MediaNanggroe.com – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh menurunkan sedikitnya 150 personel untuk mengamankan prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu oleh Gubernur Aceh di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Kamis, 29 Januari 2026.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan lancar, mengingat ribuan tenaga honorer dari seluruh Aceh memadati kawasan stadion sejak siang hari.
Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP dan WH Aceh, Mohd. Nanda Rahmana, S.STP., M.Si, mengatakan personel dikerahkan di berbagai titik strategis, mulai dari pintu masuk stadion, area lapangan, tribun penonton, hingga jalur keluar-masuk tamu undangan.
“Sedikitnya 150 personel kami turunkan untuk mengamankan jalannya penyerahan SK PPPK paruh waktu ini. Fokus pengamanan meliputi pengaturan massa, kelancaran arus masuk peserta, serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujar Nanda.
Ia menegaskan, pengamanan dilakukan secara humanis namun tetap tegas, mengingat tingginya antusiasme para honorer yang hadir untuk menyaksikan dan menerima langsung SK pengangkatan mereka.
Sementara itu, hujan deras mengguyur Stadion Harapan Bangsa sejak Kamis sore. Langit kelabu menyelimuti tribun, namun ribuan honorer tak beranjak. Di bawah guyuran hujan lebat, mereka tetap bertahan menunggu momen yang telah lama dinanti.
Sore itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem secara langsung menyerahkan SK pengangkatan PPPK paruh waktu kepada ribuan tenaga honorer di bawah Pemerintah Aceh. Lapangan hingga tribun stadion dipenuhi lautan manusia. Payung dan pakaian basah tak menghalangi antusiasme para penerima SK.
Hujan tak mampu meredam suasana. Ketika Mualem melangkah di hadapan massa, ribuan honorer mengerumuninya. Ada yang sekadar bersalaman, mengabadikan foto, hingga meneriakkan dukungan. Sorak “Hidup Mualem” bergema di seluruh stadion, bersahut-sahutan dengan suara hujan yang kian deras.
Dalam sambutannya, Mualem mengingatkan bahwa pengangkatan sebagai PPPK paruh waktu harus disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan, para honorer yang kini berstatus PPPK paruh waktu dituntut bekerja sungguh-sungguh karena peran aparatur sangat dibutuhkan untuk membangun Aceh ke arah yang lebih baik.
Mualem juga mengungkapkan bahwa pengangkatan tersebut merupakan hasil dari upaya dan lobi yang terus ia lakukan ke Pemerintah Pusat, terutama kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri PAN-RB Rini Widyantini, sebagai bentuk komitmen untuk menekan angka pengangguran di Aceh.
“Kita tidak ingin pengangguran semakin bertambah di Aceh. Oleh sebab itu kita berupaya keras agar semua honorer di bawah Pemerintah Aceh bisa menjadi PPPK,” ujar Mualem.
Pemerintah Aceh diketahui mengangkat sebanyak 5.486 tenaga kontrak yang tersebar di seluruh satuan kerja, baik di Banda Aceh maupun di kabupaten dan kota lainnya.
Di tengah hujan yang terus mengguyur stadion, pengamanan tetap berlangsung kondusif hingga acara berakhir. Bagi ribuan honorer, sore itu bukan sekadar tentang basah oleh hujan, melainkan tentang lega dan harapan baru yang akhirnya menemukan jalannya.











Discussion about this post