MediaNanggroe.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Aceh (BBPOM Aceh) memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung Program Desa, Pasar, Sekolah dan Kabupaten Pangan Aman di Kabupaten Aceh Besar. Penguatan komitmen tersebut berlangsung dalam Forum Advokasi Komitmen Pemda dan Lintas Sektor yang digelar di Aula Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (04/03/2026).
Komitmen pemerintah daerah disampaikan Bupati Aceh Besar melalui Asisten I Sekdakab Farhan AP di hadapan Kepala BBPOM Aceh Riyanto. Pertemuan tersebut turut diikuti Kepala Bappeda, Kadis Pangan, Kadis PMG, Kadis LHK, perwakilan Disdikbud Aceh Besar, Kankemenag, Dinas Kesehatan, serta Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan.
“Atas nama Pemerintah Aceh Besar, tentu kami berkomitmen untuk mendukung Program Desa, Pasar, Sekolah dan Kabupaten Pangan Aman. Untuk itu, setiap lintas sektor yang terlibat harus memberikan kontribusi dalam pelaksanaan nanti,” ujar Farhan.
Ia menambahkan, program tersebut sejatinya bersinergi dengan agenda rutin Pemkab Aceh Besar. Dinas Kesehatan Aceh Besar, misalnya, secara berkala melakukan penyuluhan dan pembinaan keamanan pangan pada industri rumah tangga dan UMKM hingga pengecekan langsung ke rumah produksi.
Dengan demikian, program BBPOM di Aceh Besar akan mendapat dukungan penuh melalui sinergitas dan kolaborasi bersama perangkat daerah.
Kepala BBPOM Aceh Riyanto, S.Farm Apt, MSc, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dalam pengawasan keamanan pangan. Ia menekankan perlunya pembentukan dan penguatan jejaring lintas sektor dalam bentuk tim koordinasi, sehingga apabila ditemukan bahan berbahaya yang disalahgunakan pada pangan, baik di tingkat produsen/UMKM/IRTP, PJAS maupun di pasar, dapat segera ditindaklanjuti melalui pembinaan.
Forum advokasi ini diharapkan mampu menumbuhkan komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam pengembangan program bersama ke depan, termasuk dukungan penganggaran dan replikasi program pemberdayaan masyarakat terkait keamanan pangan.













Discussion about this post