MediaNanggroe.com — Kementerian Keuangan Republik Indonesia menetapkan nilai kurs mata uang asing sebagai dasar pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan untuk periode 4–10 Maret 2026.
Ketentuan tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 10/MK/EF.2/2026 yang ditandatangani Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi atas nama Menteri Keuangan.
Dalam keputusan tersebut, nilai kurs yang berlaku antara lain Dolar Amerika Serikat (USD) sebesar Rp16.800,00; Dolar Singapura (SGD) Rp13.277,80; Euro (EUR) Rp19.831,05; Poundsterling Inggris (GBP) Rp22.680,80; dan Yen Jepang (JPY) Rp10.781,83 per 100 JPY.
Selain itu, Ringgit Malaysia (MYR) ditetapkan Rp4.316,93; Dolar Australia (AUD) Rp11.914,28; Dolar Kanada (CAD) Rp12.281,49; Franc Swiss (CHF) Rp21.734,68; serta Renminbi Tiongkok (CNY) Rp2.447,50. Nilai tukar mata uang lainnya juga tercantum dalam keputusan tersebut dan berlaku sebagai dasar perhitungan kewajiban perpajakan dan kepabeanan.
Apabila terdapat mata uang asing yang tidak tercantum dalam daftar, maka kurs yang digunakan adalah kurs spot harian terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan hari kerja sebelumnya, yang kemudian dikalikan dengan kurs rupiah terhadap dolar AS sesuai ketetapan dalam keputusan ini. Kebijakan ini berlaku untuk transaksi yang dilakukan selama periode 4–10 Maret 2026.













Discussion about this post