• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Minggu, 27 September 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh Lintas Tengah

Pembangunan Ruas Jalan Lintas Geumpang ke Pameu, Adalah Idaman Warga Pidie Sejak 20 Tahun Lalu

redaksi by redaksi
10 Februari 2022
in Lintas Tengah
Pembangunan Ruas Jalan Lintas Geumpang ke Pameu, Adalah Idaman Warga Pidie Sejak 20 Tahun Lalu

Foto Ist

MediaNanggroe.com, Pidie – Masyarakat Pidie mendukung pembangunan jalan baru antara Geumpang ke Pameu. Untuk mempersingkat jarak tempuh dari Geumpang, Pidie ke Pameu, Aceh Tengah.

Namun, pembangunan ruas jalan ini dipacu dan diawasi dari dampak lingkungan di sekitar hutan lindung sekitarnya.

Jalur ini telah membukan lahan baru sebelumnya hutan belantara menjadi jalan yang akan menjadi jalan hitam Pasalnya ruas jalan itu sebagai penghubung makin dekatnya jalur antara Pidie ke dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Pembangunan ruas jalan nasional Geumpang-Pameu besar sekali manfaat bagi masyarakat Aceh terutama Kabupaten Pidie, Aceh Tengah, dan Aceh Barat.

BacaJuga :

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter, Titipkan Semangat Bangkit untuk Aceh Tamiang

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter, Titipkan Semangat Bangkit untuk Aceh Tamiang

17 Agustus 2026
Kejati Aceh Bentengi Pelajar dari Narkoba dan Bullying Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

Kejati Aceh Bentengi Pelajar dari Narkoba dan Bullying Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

28 Juli 2026

Ketua FM-Geuma Bahktiar yusuf, ruas jalan ini dapat membuka daerah-daerah terisolir seperti Kecamatan Geumpang, Mane, Pameu, dan Sungai Mas yang berada di dalam kawasan hutan jauh dari Ibu Kota Kabupaten. Rabu (9/2/2022).

Menurutnya, satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Geumpang dan Mane dengan Ibu Kota Kabupaten adalah jalan Beureunun-Meulaboh yang juga rawan dari longsor.

Kalau saja jembatan Cot Kuala itu putus karena bencana alam warga Geumpang Mane akan terputus aksesnya ke Ibu Kota kabupaten.

Pengalaman dari Bencana Tsunami Aceh 2004 yang meluluh lantakkan ujung pulau sumatera, warga barat selatan aceh terputus akses ke ibu kota provinsi.

Saat itu jalan Meulaboh-Geumpang dalam kondisi rusak parah dan ditutupi semak belukar menjadi jalan alternatif bagi warga barat selatan ke Banda Aceh juga sebaliknya.

Dengan di bangunnya jalan Geumpang-Pameu itu sudah membebaskan Kami terutama warga Geumpang dan Mane dari terisolir.

Pembangunan jalan Geumpang-Pameu tersebut sudah menjadi dambaan masyarakat Geumpang dan Pameu dari 20 tahun yang lalu. Empat kali gonta ganti Gubernur tidak pernah terwujud.

“Syukur Alhamdulillah kini impian masyarakat Geumpang dan Pameu jadi kenyataan. Pembangunan jalan ini juga akan memperlancar dan menambah sarana transportasi lintas tengah Aceh,” katanya.

Selama ini masyarakat Pidie yang hendak ke Takengon harus menempuh jarak sekitar 345 KM dari Kota Sigli. Jika jalan Geumpang-Pameu nanti tembus perjalanan dari kota Sigli-Takengon akan mempersingkat.

Manfaat lain yang akan di rasakan warga adalah pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat aceh terutama Pidie, Takengon, dan Meulaboh akan terwujud karena sarana transportasi sudah lancar.

Dampak dari pembukaan jalan tersebut juga ada, setelah jalan itu nanti jadi bakal ada penebangan liar oleh warga atau oknum untuk pembukaan kebun atau bangunan.

Tapi itu dapat di batasi, di situlah peran pemerintah lewat dinas kehutanan dan lembaga peduli lingkungan. Jalan Geumpang-Pameu bukanlah hal yang baru, dari masa penjajahan Belanda dulu jalan itu sudah mulai ada pembangunannya.

Kalau dilihat dari sepanjang perjalanan gampong Pulolhoih-Lanjeu itu ada bekas jalan Gajah peninggalan Belanda. Di tempat terpisah, Saiful Zuhri, seorang warga Geumpang juga mengapresiasikan jika jalan Pameu ke Geumpang tuntas.

“Kita harapkan supaya diawasi pembangunan sehingga jalur ini bisa dibangun maksimal”. Adanya jalan itu akan membuka lahan ekonomi bagi masyarakat setempat khususnya Pameu dan Geumpang. (MC Pidie/toeb)

Previous Post

Pasien Baru Covid-19 Bertambah 87 Orang di Aceh, Warga Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

Next Post

Antar Sabu ke Anaknya di Penjara, Emak-emak di Aceh Ditangkap

Berita Lainnya

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter, Titipkan Semangat Bangkit untuk Aceh Tamiang

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter, Titipkan Semangat Bangkit untuk Aceh Tamiang

17 Agustus 2026

Aceh Tamiang, 17 Agustus 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) turut mengambil peran dalam program Relawan Bakti...

Kejati Aceh Bentengi Pelajar dari Narkoba dan Bullying Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

Kejati Aceh Bentengi Pelajar dari Narkoba dan Bullying Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

28 Juli 2026

TAKENGON – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memperkuat upaya pencegahan tindak pidana di kalangan remaja dengan menggelar Program Jaksa Masuk Sekolah...

Mendagri dan Wagub Aceh Tinjau Jembatan Rusak, Percepatan Rekonstruksi Pascabencana Bener Meriah

Mendagri dan Wagub Aceh Tinjau Jembatan Rusak, Percepatan Rekonstruksi Pascabencana Bener Meriah

7 Juli 2026

BENER MERIAH – Penanganan jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah menjadi fokus utama dalam kunjungan kerja...

Load More
Next Post
Antar Sabu ke Anaknya di Penjara, Emak-emak di Aceh Ditangkap

Antar Sabu ke Anaknya di Penjara, Emak-emak di Aceh Ditangkap

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Keamanan Pangan Sekolah Tak Boleh Berhenti di Intervensi, BBPOM Aceh Kawal hingga Jadi Budaya

Keamanan Pangan Sekolah Tak Boleh Berhenti di Intervensi, BBPOM Aceh Kawal hingga Jadi Budaya

25 September 2026
Saka POM Aceh Bekali Generasi Muda dengan Keterampilan Pengawasan Obat dan Makanan

Saka POM Aceh Bekali Generasi Muda dengan Keterampilan Pengawasan Obat dan Makanan

24 September 2026
Kejagung Percepat Hak dan Karier Pegawai, 59 Pengelola Kepegawaian se-Aceh Ikuti Sosialisasi

Kejagung Percepat Hak dan Karier Pegawai, 59 Pengelola Kepegawaian se-Aceh Ikuti Sosialisasi

24 September 2026
Bank Aceh Sosialisasikan Internet Banking Corporate kepada Satuan Pendidikan di Bireuen

Bank Aceh Sosialisasikan Internet Banking Corporate kepada Satuan Pendidikan di Bireuen

23 September 2026
Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi dengan BBPOM Aceh untuk Dorong UMKM Menembus Pasar Global

Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi dengan BBPOM Aceh untuk Dorong UMKM Menembus Pasar Global

22 September 2026
  • PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kakek Pensiunan PNS 61 Tahun Jadi Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak 11 Tahun di Banda Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In