• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Sabtu, 30 Mei 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh Lintas Tengah

Pembangunan Ruas Jalan Lintas Geumpang ke Pameu, Adalah Idaman Warga Pidie Sejak 20 Tahun Lalu

redaksi by redaksi
10 Februari 2022
in Lintas Tengah
Pembangunan Ruas Jalan Lintas Geumpang ke Pameu, Adalah Idaman Warga Pidie Sejak 20 Tahun Lalu

Foto Ist

MediaNanggroe.com, Pidie – Masyarakat Pidie mendukung pembangunan jalan baru antara Geumpang ke Pameu. Untuk mempersingkat jarak tempuh dari Geumpang, Pidie ke Pameu, Aceh Tengah.

Namun, pembangunan ruas jalan ini dipacu dan diawasi dari dampak lingkungan di sekitar hutan lindung sekitarnya.

Jalur ini telah membukan lahan baru sebelumnya hutan belantara menjadi jalan yang akan menjadi jalan hitam Pasalnya ruas jalan itu sebagai penghubung makin dekatnya jalur antara Pidie ke dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Pembangunan ruas jalan nasional Geumpang-Pameu besar sekali manfaat bagi masyarakat Aceh terutama Kabupaten Pidie, Aceh Tengah, dan Aceh Barat.

BacaJuga :

Direktur Pol PP dan Linmas Kemendagri Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Direktur Pol PP dan Linmas Kemendagri Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tengah dan Bener Meriah

14 Maret 2026
Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 50,7 Kg Ganja, Dua Pelaku Dijanjikan Upah Rp150 Ribu per Kilogram

Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 50,7 Kg Ganja, Dua Pelaku Dijanjikan Upah Rp150 Ribu per Kilogram

28 Januari 2026

Ketua FM-Geuma Bahktiar yusuf, ruas jalan ini dapat membuka daerah-daerah terisolir seperti Kecamatan Geumpang, Mane, Pameu, dan Sungai Mas yang berada di dalam kawasan hutan jauh dari Ibu Kota Kabupaten. Rabu (9/2/2022).

Menurutnya, satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Geumpang dan Mane dengan Ibu Kota Kabupaten adalah jalan Beureunun-Meulaboh yang juga rawan dari longsor.

Kalau saja jembatan Cot Kuala itu putus karena bencana alam warga Geumpang Mane akan terputus aksesnya ke Ibu Kota kabupaten.

Pengalaman dari Bencana Tsunami Aceh 2004 yang meluluh lantakkan ujung pulau sumatera, warga barat selatan aceh terputus akses ke ibu kota provinsi.

Saat itu jalan Meulaboh-Geumpang dalam kondisi rusak parah dan ditutupi semak belukar menjadi jalan alternatif bagi warga barat selatan ke Banda Aceh juga sebaliknya.

Dengan di bangunnya jalan Geumpang-Pameu itu sudah membebaskan Kami terutama warga Geumpang dan Mane dari terisolir.

Pembangunan jalan Geumpang-Pameu tersebut sudah menjadi dambaan masyarakat Geumpang dan Pameu dari 20 tahun yang lalu. Empat kali gonta ganti Gubernur tidak pernah terwujud.

“Syukur Alhamdulillah kini impian masyarakat Geumpang dan Pameu jadi kenyataan. Pembangunan jalan ini juga akan memperlancar dan menambah sarana transportasi lintas tengah Aceh,” katanya.

Selama ini masyarakat Pidie yang hendak ke Takengon harus menempuh jarak sekitar 345 KM dari Kota Sigli. Jika jalan Geumpang-Pameu nanti tembus perjalanan dari kota Sigli-Takengon akan mempersingkat.

Manfaat lain yang akan di rasakan warga adalah pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat aceh terutama Pidie, Takengon, dan Meulaboh akan terwujud karena sarana transportasi sudah lancar.

Dampak dari pembukaan jalan tersebut juga ada, setelah jalan itu nanti jadi bakal ada penebangan liar oleh warga atau oknum untuk pembukaan kebun atau bangunan.

Tapi itu dapat di batasi, di situlah peran pemerintah lewat dinas kehutanan dan lembaga peduli lingkungan. Jalan Geumpang-Pameu bukanlah hal yang baru, dari masa penjajahan Belanda dulu jalan itu sudah mulai ada pembangunannya.

Kalau dilihat dari sepanjang perjalanan gampong Pulolhoih-Lanjeu itu ada bekas jalan Gajah peninggalan Belanda. Di tempat terpisah, Saiful Zuhri, seorang warga Geumpang juga mengapresiasikan jika jalan Pameu ke Geumpang tuntas.

“Kita harapkan supaya diawasi pembangunan sehingga jalur ini bisa dibangun maksimal”. Adanya jalan itu akan membuka lahan ekonomi bagi masyarakat setempat khususnya Pameu dan Geumpang. (MC Pidie/toeb)

Previous Post

Pasien Baru Covid-19 Bertambah 87 Orang di Aceh, Warga Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

Next Post

Antar Sabu ke Anaknya di Penjara, Emak-emak di Aceh Ditangkap

Berita Lainnya

Direktur Pol PP dan Linmas Kemendagri Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Direktur Pol PP dan Linmas Kemendagri Serahkan Bantuan Presiden di Aceh Tengah dan Bener Meriah

14 Maret 2026

Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sri Handoko Taruna, S.STP., M.Si menyerahkan bantuan Presiden Republik...

Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 50,7 Kg Ganja, Dua Pelaku Dijanjikan Upah Rp150 Ribu per Kilogram

Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 50,7 Kg Ganja, Dua Pelaku Dijanjikan Upah Rp150 Ribu per Kilogram

28 Januari 2026

MediaNanggroe.com - Polres Aceh Tenggara kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan narkotika. Personel Opsnal Sat Intelkam berhasil mengamankan dua pria yang...

Rakit Darurat Terbalik, Wagub Aceh Tercebur Saat Tinjau Pameu

Rakit Darurat Terbalik, Wagub Aceh Tercebur Saat Tinjau Pameu

21 Desember 2025

MediaNanggroe.com - Insiden terjadi saat rombongan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meninjau wilayah Pameu, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (21/12/2025). Rakit darurat...

Load More
Next Post
Antar Sabu ke Anaknya di Penjara, Emak-emak di Aceh Ditangkap

Antar Sabu ke Anaknya di Penjara, Emak-emak di Aceh Ditangkap

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Kejagung Didesak Usut Indikasi Pungli Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan

Kejagung Didesak Usut Indikasi Pungli Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan

30 Mei 2026
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK

30 Mei 2026
Hari Ketiga Iduladha, Sampah Menggunung di Ingin Jaya, Sekitar MPP Aceh Besar Tampak Kumuh

Hari Ketiga Iduladha, Sampah Menggunung di Ingin Jaya, Sekitar MPP Aceh Besar Tampak Kumuh

29 Mei 2026
Tebar Kepedulian Iduladha, Kejati Aceh Sembelih 10 Sapi dan 4 Kambing

Tebar Kepedulian Iduladha, Kejati Aceh Sembelih 10 Sapi dan 4 Kambing

29 Mei 2026
Warga Saksikan Takbir Keliling, Ribuan Masyarakat Padati Jalanan Banda Aceh

Warga Saksikan Takbir Keliling, Ribuan Masyarakat Padati Jalanan Banda Aceh

26 Mei 2026
  • RUP 2026 Ungkap Rp3,56 Miliar Bantuan Hibah Disperindagkop Aceh Selatan, Sejumlah Kelompok Penerima Tak Disertai Asal Kecamatan

    RUP 2026 Ungkap Rp3,56 Miliar Bantuan Hibah Disperindagkop Aceh Selatan, Sejumlah Kelompok Penerima Tak Disertai Asal Kecamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Retret Kepala OPD di Sabang Habiskan Rp311 Juta, Aktivis: Pejabat Banda Aceh Piknik Pakai Uang Rakyat?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengadaan Alkes RSUD Tapaktuan Rp27,54 Miliar, Seluruh Paket Gunakan Metode E-Purchasing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Listrik Aceh Kembali Padam, PLN Akui Sistem Belum Stabil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In