BANDA ACEH – Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM) Aceh terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pengawasan obat dan makanan di Aceh. Melalui Rapat Koordinasi Pimpinan, Evaluasi Kinerja, dan Konsolidasi Rencana Kerja Tahun 2026 yang digelar di Banda Aceh, Kamis (18/6/2026), organisasi binaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh itu menegaskan komitmennya membangun kader muda yang aktif mengawal keamanan produk konsumsi masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Sinergitas Pramuka Penegak dan Pandega Dalam Pengawasan Obat dan Makanan yang Berdaya Guna di Provinsi Aceh” tersebut menjadi momentum evaluasi program tiga tahun terakhir sekaligus menyusun strategi penguatan organisasi untuk tahun mendatang.
Rakor dihadiri unsur Majelis Pembimbing, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh, serta berbagai Satuan Karya Pramuka seperti Saka Bhayangkara, Saka Bahari, Saka Dirgantara, Saka Wira Kartika, Saka Taruna Bumi, Saka Bakti Husada, hingga Saka SAR Rintisan.
Kepala BBPOM di Banda Aceh, Riyanto, yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) SAKA POM Aceh, menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk yang dikonsumsi sehari-hari.
“SAKA POM harus menjadi rumah ide bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengawasan obat dan makanan. Kolaborasi lintas Saka menjadi kekuatan utama agar program yang dijalankan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Riyanto.
Dalam forum tersebut, peserta mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan sepanjang 2023–2025, mulai dari kegiatan krida, penguatan kaderisasi, kampanye Gerakan Cek KLIK, hingga edukasi keamanan obat dan makanan berbasis kearifan lokal. Sejumlah tantangan juga mengemuka, seperti regenerasi anggota, keterbatasan sarana pendukung, dan perluasan pembinaan hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Perwakilan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh, T. Fahmi, memberikan apresiasi atas kiprah SAKA POM Aceh yang dinilai berhasil mengintegrasikan pendidikan karakter dengan edukasi kesehatan masyarakat. Menurutnya, keberadaan SAKA POM telah melahirkan kader muda yang tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu keamanan obat dan pangan.
Sementara itu, Pimpinan SAKA POM Aceh, Endang Yuliawati, memaparkan sejumlah prioritas program tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada penguatan kaderisasi melalui pelatihan instruktur muda, pelaksanaan program “SAKA POM Goes to School”, pengembangan literasi digital kreatif, serta perluasan pembentukan SAKA POM di berbagai kwartir cabang di Aceh.
Melalui konsolidasi ini, SAKA POM Aceh berharap mampu memperkuat sinergi dengan Gerakan Pramuka dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mencetak generasi muda yang sadar akan pentingnya keamanan obat dan makanan serta menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat Aceh yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.











Discussion about this post