Aksi pencurian yang meresahkan warga Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, berakhir dramatis. Seorang pria berinisial BT (52), yang diduga hendak mencuri tabung gas elpiji dan sepeda motor milik warga, mengalami putus pergelangan tangan setelah terlibat perlawanan dengan warga saat berusaha melarikan diri, Sabtu (13/6/2026) dini hari.
Polsek Baitussalam memastikan penanganan hukum terhadap kasus tersebut dilakukan secara profesional, termasuk dugaan tindak pidana pencurian dan pengancaman menggunakan senjata tajam.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Baitussalam Iptu Riyan Asriyadi mengatakan pihaknya berkomitmen mengusut tuntas peristiwa yang terjadi di Gampong Kajhu tersebut.
“Polsek Baitussalam berkomitmen menindaklanjuti kasus pencurian disertai pengancaman yang terjadi di Gampong Kajhu,” kata Iptu Riyan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula sekitar pukul 03.35 WIB saat pemilik rumah, Jafaruddin (55), mendengar suara mencurigakan dari bagian belakang rumahnya. Saat memeriksa kondisi sekitar, ia melihat dua orang yang tidak dikenalnya berada di dalam pekarangan.
Satu orang diduga sedang mengangkat tabung gas elpiji, sementara seorang lainnya diduga berupaya membawa kabur sepeda motor milik korban.
Mengetahui aksinya dipergoki, kedua terduga pelaku langsung melarikan diri dengan melompati pagar rumah. Jafaruddin kemudian berteriak meminta pertolongan warga dengan meneriakkan kata “maling”.
Teriakan tersebut memicu warga sekitar keluar rumah dan melakukan pengejaran. Dalam proses pengejaran, salah satu terduga pelaku diduga membawa sebilah pisau dan melakukan perlawanan terhadap warga yang berusaha menangkapnya.
Menurut keterangan saksi, warga telah berulang kali meminta terduga pelaku membuang senjata tajam yang dibawanya. Namun imbauan tersebut tidak diindahkan.
Situasi semakin tegang ketika terduga pelaku diduga mengejar Jafaruddin sambil mengacungkan pisau. Dalam kondisi terdesak, korban mengambil sebilah parang yang tersangkut di pepohonan sekitar lokasi.
Saat berusaha menangkis serangan, parang tersebut mengenai pergelangan tangan terduga pelaku hingga mengalami luka berat yang mengakibatkan tangan terputus.
“Korban berusaha menangkis serangan. Dalam situasi gelap dan spontan, tangkisan tersebut mengenai tangan terduga pelaku. Korban baru mengetahui pergelangan tangan pelaku putus setelah yang bersangkutan merintih kesakitan,” ujar Kapolsek.
Usai kejadian, warga segera menghubungi pihak kepolisian. Personel Polsek Baitussalam yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi terduga pelaku ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan mobil patroli untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, Keuchik Gampong Kajhu, Khairizal, menegaskan bahwa warga tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Menurutnya, tindakan yang terjadi merupakan bentuk upaya mempertahankan diri setelah terduga pelaku berulang kali menyerang warga menggunakan pisau.
“Sudah berkali-kali diteriakkan agar menjatuhkan pisau karena membahayakan. Namun tidak dihiraukan dan tetap menyerang warga yang menghadang,” kata Khairizal.
Ia menyebut beberapa warga nyaris menjadi korban tusukan saat mencoba menghentikan pelaku. Karena situasi dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, warga akhirnya berupaya melumpuhkan pelaku.
“Kalau tidak dilumpuhkan, bisa saja ada warga yang menjadi korban tusukan,” ujarnya.
Khairizal juga menegaskan bahwa setelah pelaku berhasil diamankan, warga tidak melakukan pengeroyokan ataupun amuk massa. Masyarakat justru segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Saat ini, Polsek Baitussalam masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara lengkap rangkaian peristiwa, termasuk mengidentifikasi satu terduga pelaku lain yang berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.












Discussion about this post