• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Selasa, 28 April 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Opini

Curhat Kok Bayar? Mematahkan Stigma Konsultasi ke Psikolog

Oleh: Ghina Gariza Naisa dan Zahratul Alya  Mahasiswa Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

redaksi by redaksi
1 April 2026
in Opini
Curhat Kok Bayar? Mematahkan Stigma Konsultasi ke Psikolog

“Ngapain ke psikolog? Curhat doang kok bayar mahal, mending cerita sama teman sambil ngopi, gratis!”

Kalimat seperti ini masih sering terdengar di masyarakat kita. Banyak orang memandang psikolog hanya sebagai “teman curhat berbayar”. Akibatnya, orang yang memilih berkonsultasi ke profesional sering dianggap manja, lemah, atau tidak punya teman dekat. Stigma ini bukan sekadar lelucon, melainkan tembok nyata yang menghambat banyak orang untuk mencari bantuan kesehatan mental.

Sebenarnya, masalah utamanya bukan biaya, melainkan persepsi masyarakat terhadap kesehatan mental. Masalah pikiran dan perasaan kerap dianggap tidak serius, seharusnya bisa diatasi sendiri, atau cukup diceritakan ke orang terdekat. Padahal, konsultasi psikologi jauh lebih dari sekadar curhat biasa.

Dalam ruang konsultasi, psikolog menggunakan teknik mendengarkan aktif, observasi, dan metode ilmiah yang terstandar untuk membantu seseorang memahami dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Berbeda dengan curhat ke teman yang sering berujung pada saran pribadi, penghakiman, atau bahkan cerita yang tersebar, konsultasi psikologi menawarkan ruang yang benar-benar netral, rahasia terjaga, dan bebas dari bias emosional teman atau keluarga.

BacaJuga :

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

7 April 2026
Kenapa Kita Lebih Mudah Curhat ke Orang Lain daripada ke Orang  Terdekat?

Kenapa Kita Lebih Mudah Curhat ke Orang Lain daripada ke Orang Terdekat?

6 April 2026

Yang dibayar bukan hanya waktu psikolog, melainkan sebuah proses profesional yang dirancang untuk memberikan hasil nyata. Seperti halnya kita rela membayar dokter untuk mengobati sakit fisik, kesehatan mental juga layak mendapatkan penanganan yang tepat dari ahlinya.

Sayangnya, stigma tidak hanya datang dari luar, tapi juga dari dalam diri sendiri (self-stigma). Banyak yang berpikir, “Masalahku biasa saja, masa harus ke psikolog?” atau “Malu kalau orang tahu aku ke psikolog.” Rasa malu ini membuat mereka menahan diri, padahal beban yang ditanggung sendirian justru bisa semakin berat seiring waktu.

Kita jarang ragu pergi ke dokter saat demam atau sakit gigi. Namun ketika datang ke masalah kecemasan, stres berkepanjangan, atau kesulitan emosional, banyak yang memilih diam karena takut dinilai “kurang tegar” atau “lebay”. Padahal, mencari bantuan profesional justru menunjukkan keberanian dan kesadaran diri.

Untuk mengubah situasi ini, kita perlu membangun lingkungan yang lebih mendukung. Hindari mengucapkan kalimat-kalimat yang meremehkan seperti “kuat-kuat aja” atau “jangan lebay”. Anggaplah psikolog setara dengan dokter lainnya — profesi yang bertujuan membantu orang mencapai kesejahteraan.

Kesehatan mental bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar setiap manusia. Dengan menghilangkan tabu “curhat kok bayar”, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan terbuka. Mencari bantuan profesional bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah bijak untuk menjaga diri dan membangun masa depan yang lebih sehat.

Mari mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Bicara terbuka tentang kesehatan mental adalah langkah pertama menuju generasi yang berani memprioritaskan kesejahteraan jiwa tanpa rasa takut.

Previous Post

PWI Tanggapi Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh: “Tak Perlu Hadir”

Next Post

BSI Salurkan Rp289 Miliar Zakat, Perkuat Ekonomi Umat

Berita Lainnya

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

“Stereotip Antar Jurusan”: Mitos atau Fakta?

7 April 2026

Stereotip antar jurusan merupakan fenomena yang kerap muncul di lingkungan kampus dan menjadi bagian dari dinamika interaksi sosial mahasiswa. Label-label...

Kenapa Kita Lebih Mudah Curhat ke Orang Lain daripada ke Orang  Terdekat?

Kenapa Kita Lebih Mudah Curhat ke Orang Lain daripada ke Orang Terdekat?

6 April 2026

“Aku baik-baik saja.” Kalimat itu terdengar sederhana, bahkan mungkin sudah menjadi kebiasaan. Namun, sering kali kalimat tersebut tidak sepenuhnya jujur...

Rp 10.000 yang Tidak Terjangkau: Ketika Negara Gagal Melindungi yang Paling Membutuhkan

Rp 10.000 yang Tidak Terjangkau: Ketika Negara Gagal Melindungi yang Paling Membutuhkan

6 April 2026

Ia hanya butuh sebuah pena dan buku. Harganya tidak sampai Rp10.000. Tapi pada 29 Januari 2026, seorang anak berinisial YBS,...

Load More
Next Post
BSI Salurkan Rp289 Miliar Zakat, Perkuat Ekonomi Umat

BSI Salurkan Rp289 Miliar Zakat, Perkuat Ekonomi Umat

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Kejaksaan Negeri Banda Aceh musnahkan ratusan gram narkotika dari 61 perkara inkracht

Kejaksaan Negeri Banda Aceh musnahkan ratusan gram narkotika dari 61 perkara inkracht

28 April 2026
Kupas Bahaya Tersembunyi, BBPOM dan BNNP Aceh Angkat Isu Kritis Obat Ilegal dan Vape di Podcast BERBISIK

Kupas Bahaya Tersembunyi, BBPOM dan BNNP Aceh Angkat Isu Kritis Obat Ilegal dan Vape di Podcast BERBISIK

28 April 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Hadiri Peluncuran InnoFood 2026: Dorong Petani Berdaya melalui Inovasi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Hadiri Peluncuran InnoFood 2026: Dorong Petani Berdaya melalui Inovasi

28 April 2026
Sidang Korupsi Iklan Dinas di Simeulue Mulai Digelar, Tiga Terdakwa Didakwa Rugikan Keuangan Negara

Sidang Korupsi Iklan Dinas di Simeulue Mulai Digelar, Tiga Terdakwa Didakwa Rugikan Keuangan Negara

27 April 2026
Proyek Jalan Rp39 Miliar Disorot, SAPA Laporkan Temuan BPK ke Kejati Aceh

Proyek Jalan Rp39 Miliar Disorot, SAPA Laporkan Temuan BPK ke Kejati Aceh

27 April 2026
  • Edy Akmal Pelaksana Lapangan Pengadaan Kambing di Dinas Pertanian Aceh Selatan Divonis 1 Tahun 2 Bulan

    Edy Akmal Pelaksana Lapangan Pengadaan Kambing di Dinas Pertanian Aceh Selatan Divonis 1 Tahun 2 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Divonis Bebas, Hasdiman Lolos dari Tuntutan 5 Tahun Penjara dalam Kasus Pengadaan Kambing Dinas Pertanian Aceh Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bea Cukai Bersama Satpol PP Aceh Amankan MMEA Ilegal di Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat ASN Terjaring Razia Satpol PP dan WH Aceh Saat Nongkrong di Warkop di Jam Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In