Berdasarkan laporan sementara yang dihimpun dari berbagai sumber oleh wartawan MediaNanggroe.com, gejala dialami siswa sekitar 10–20 menit setelah mengonsumsi makanan MBG. Sebagian siswa dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit Kesdam Banda Aceh
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Putra saat dikonfirmasi media ini, membenarkan adanya siswa yang dibawa ke rumah sakit.
“Benar bang, tadi ada siswa yang dibawa ke RS, namun belum bisa disimpulkan terjadi keracunan. Ini masih menunggu hasil dari dokter dan BBPOM,” ujar Putra, Kamis (29/10/2026).
Putra juga menyampaikan bahwa sebagian siswa sudah pulang ke rumah masing-masing.
SPPG Mulia Kuta Alam yang dikelola Yayasan Kurnia Jaya Abadi diketahui menyalurkan 1.925 porsi MBG untuk 12 sekolah pada hari tersebut. Menu yang dikonsumsi siswa meliputi nasi putih, ikan tongkol tumis Aceh, tempe orek, tumis labu siam, dan pisang.
Sementara itu, sampel makanan telah diterima Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh pada pukul 15.17 WIB untuk pengujian. Pemeriksaan laboratorium tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab gejala yang dialami para siswa.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan keracunan pangan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pengujian sampel. Penyebab kejadian belum dapat dipastikan.













Discussion about this post