MediaNanggroe.com – Syariah Indonesia (BSI) terus menunjukkan performa impresif dalam memperkuat pondasi ekonomi syariah di Tanah Air. Secara nasional, BSI kini telah mencatatkan total aset sebesar Rp400 triliun, dan menargetkan pertumbuhan hingga Rp500 triliun pada akhir tahun 2025.
Di Aceh, pertumbuhan BSI juga melaju signifikan. Hingga pertengahan 2025, total aset BSI wilayah Aceh mencapai Rp24 triliun, mencerminkan tingginya animo masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.
“Alhamdulillah, berkat dukungan masyarakat dan sinergi dengan berbagai pihak, khususnya media, BSI mencatatkan pertumbuhan aset yang kuat. Kami menargetkan bisa mencapai Rp500 triliun secara nasional hingga akhir tahun ini,” ujar Imsak, salah satu pejabat BSI, saat kegiatan Media Gathering di Banda Aceh.
Menurutnya, angka Rp400 triliun yang telah dicapai saat ini merepresentasikan pertumbuhan tahunan sebesar 10,82 persen, sebuah pencapaian strategis yang menunjukkan kinerja konsisten dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap sistem ekonomi syariah.
Khusus untuk Aceh, pencapaian aset sebesar Rp24 triliun dinilai sebagai bukti bahwa transformasi keuangan syariah berjalan positif dan adaptif, terutama dengan pendekatan digital dan kolaboratif yang dilakukan BSI.
“Di Aceh, dukungan masyarakat sangat luar biasa. Karena itu, BSI juga berkomitmen untuk menjadikan Aceh sebagai model pengembangan ekonomi syariah nasional,” tambah Imsak.
BSI Aceh juga memperkenalkan sejumlah layanan unggulan, seperti empat jenis usaha bulion (KUBL): penitipan emas, perdagangan emas, simpanan emas, dan pembiayaan emas, serta pengelolaan tabungan haji yang makin diminati masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, BSI menegaskan perannya sebagai pengelola program strategis Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)—program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produktivitas desa berbasis ekonomi syariah.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, yang menyampaikan kesiapan insan pers mendukung langkah BSI dalam menyebarkan literasi dan edukasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.
“Wartawan siap menjadi mitra BSI dalam menyampaikan informasi yang mencerdaskan dan membangun. Sinergi ini harus terus diperkuat,” ujar Nasir.
Dengan dukungan kuat dari masyarakat, pemerintah, dan insan media, BSI optimistis dapat menjadi pilar utama dalam mendorong inklusi keuangan syariah di seluruh pelosok negeri, sekaligus menjadikan Aceh sebagai etalase ekonomi Islam Indonesia.













Discussion about this post