MediaNanggroe.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keamanan pangan di lingkungan pendidikan melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan Sekolah yang dilaksanakan di MIN 8 Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis (23/04/2026). Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini diawali dengan sosialisasi kepada guru dan siswa dari sekolah yang menjadi target intervensi. Sosialisasi tersebut diikuti oleh 10 sekolah perwakilan dari jenjang SMA/MAN, SMP/MTs, dan SD/MIN di wilayah Aceh Besar. Selanjutnya, pada hari kedua dilaksanakan Bimtek yang diikuti oleh perwakilan kader dari 3 sekolah yang telah ditetapkan dalam program intervensi keamanan pangan sekolah.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Aceh, Dahlawi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami mendukung program ini, karena siswa merupakan aset bangsa yang harus kita jaga keamanannya untuk menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Ketua Tim Program Prioritas Nasional (Pro PN) BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, dalam arahannya menekankan pentingnya peran aktif komunitas sekolah dalam menjaga kesehatan generasi muda melalui penerapan prinsip keamanan pangan.
“Program ini merupakan upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman. Kami berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan BBPOM dalam mengedukasi lingkungan sekitarnya tentang pentingnya memilih pangan yang aman, bermutu, dan bebas dari bahan berbahaya,” ujarnya.
Penanggung jawab kegiatan Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan Sekolah, Yanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada implementasi di lapangan.
“Melalui bimtek dan paket edukasi yang diberikan, para kader diharapkan mampu mengimplementasikan sistem pengawasan pangan secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan sekolah masing-masing,” jelasnya.
Sebagai bagian dari kegiatan, BBPOM Aceh juga menyerahkan paket edukasi kepada perwakilan sekolah intervensi sebagai sarana pendukung dalam menyebarluaskan informasi keamanan pangan. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian komunitas sekolah dalam mewujudkan budaya pangan aman.
Melalui kegiatan ini, BBPOM Aceh optimis para kader yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan dapat menjadi garda terdepan dalam mengawal keamanan pangan di sekolah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang sehat dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.








Discussion about this post