MediaNanggroe.com — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) terus memperkuat upaya edukasi keamanan pangan bagi generasi muda. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Guru Tamu yang berlangsung di Aula SMK Pembangunan Pertanian Negeri Saree, Aceh Besar, Senin (24/11/2024). Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman mendasar kepada siswa tentang keamanan, mutu, serta risiko pangan yang beredar di masyarakat.
Sebanyak 40 peserta, terdiri dari siswa dan guru, mengikuti kegiatan dengan antusias. Edukasi disampaikan oleh Muhibuddin, yang memaparkan tiga materi utama, yaitu penggunaan dan manfaat Bahan Tambahan Pangan (BTP), bahaya bahan berbahaya yang dilarang ditambahkan ke dalam pangan, serta prinsip keamanan dan mutu pangan.
Ia menekankan pentingnya memahami keamanan pangan sejak usia sekolah. Pengetahuan tentang BTP dan bahaya bahan berbahaya bukan hanya untuk pelaku usaha, tetapi juga penting bagi siswa yang akan memasuki dunia pertanian dan pengolahan pangan. Dengan pemahaman yang benar, mereka dapat berkontribusi menyediakan pangan yang aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Suasana sesi diskusi berlangsung aktif. Para siswa bertanya mengenai cara mengidentifikasi pangan yang tidak memenuhi ketentuan, bahan berbahaya yang sering ditemukan, hingga praktik sederhana dalam memastikan pangan tetap aman dikonsumsi. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat peserta terhadap isu keamanan pangan di lingkungan mereka.
Perwakilan panitia dari pihak sekolah mengapresiasi kehadiran BPOM Aceh sebagai guru tamu.
“Materi yang diberikan sangat relevan dengan kompetensi siswa kami. Edukasi seperti ini menambah wawasan penting tentang keamanan pangan yang menjadi bekal mereka di dunia kerja, khususnya di bidang pertanian,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, BPOM Aceh berharap dapat memperkuat literasi keamanan pangan pada generasi muda, khususnya siswa sekolah kejuruan yang nantinya berperan langsung dalam sektor masyarakat. Pemahaman yang baik mengenai keamanan dan mutu pangan diharapkan menjadi dasar bagi siswa dalam setiap aktivitas terkait pertanian dan pengolahan pangan di masa depan.











Discussion about this post