MediaNanggroe.com — Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) CPKB Full Aspek dalam rangka Inovasi Korporasi kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih Tahun 2025, Senin, 2 Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Desember 2025.
Pembukaan secara resmi dipimpin oleh Kepala BPOM Aceh Riyanto, S.F., Apt, yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Marina Kaptriyani, S.T., M.T. Kegiatan dilaksanakan di Aula BPOM Aceh dan menghadirkan pemateri dari kementerian/lembaga pusat serta Pemerintah Aceh, dengan salah satu sesi pemaparan disampaikan dari Direktorat Registrasi Badan POM RI.

Acara diawali dengan pantun penyambutan dan doa bersama, disertai penyampaian rasa duka cita atas bencana alam yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera. Para peserta dan undangan turut mendoakan para korban agar diberi ketabahan dan wilayah terdampak segera pulih.
Dua narasumber dari Direktorat Pengawasan Kosmetik Badan POM RI, yakni Anto Sujono, S.F., Apt dan Andhika Prayoga, memberikan materi pendalaman teknis terkait penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) Full Aspek. Selain itu, bimtek juga menghadirkan narasumber dari Pemerintah Aceh, termasuk dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), untuk memberikan penguatan dalam aspek perizinan usaha kosmetik.
Dalam sambutannya, Marina menegaskan bahwa BPOM memiliki mandat besar dalam menjamin keamanan, mutu, dan perlindungan konsumen terhadap produk kosmetik. Menurutnya, pertumbuhan industri kosmetik yang semakin pesat perlu diimbangi dengan pemahaman regulasi serta kepatuhan terhadap standar produksi yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa penerapan CPKB Full Aspek mencakup berbagai aspek penting, mulai dari fasilitas produksi, sanitasi dan higiene, dokumentasi, personel, proses produksi, pengawasan mutu, audit internal, penanganan keluhan, hingga manajemen risiko. Melalui bimtek ini, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kapasitas teknis, kesiapan dalam menghadapi audit sertifikasi, serta daya saing usaha secara berkelanjutan.
Marina juga menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri kosmetik yang aman, berkualitas, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat. Bimtek ini, ujarnya, menjadi wadah kolaboratif untuk berbagi pengalaman dan memperluas jejaring kerja dalam pengembangan bisnis kosmetik.










Discussion about this post