Mediananggroe.com – Situasi pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah semakin mengkhawatirkan, terutama terkait ketersediaan pangan bagi puluhan ribu warga pengungsi. Berdasarkan data rekap BPBD Kabupaten Bener Meriah per Sabtu, 29 November 2025 pukul 23.59 WIB, tercatat 22 jiwa meninggal dunia dan 27 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah sejak beberapa hari terakhir.
Jumlah pengungsi melonjak hingga 37.682 jiwa dan tersebar pada 45 titik pengungsian yang membutuhkan suplai bahan makanan mendesak. Di luar itu, sebanyak 177.517 warga berada dalam kondisi terisolir akibat akses menuju permukiman terputus total. Minimnya pasokan logistik dan tidak adanya jalur distribusi membuat cadangan bahan pangan pengungsi kian menipis dan berpotensi memicu krisis kemanusiaan jika penanganan darurat tidak dipercepat.
Kerusakan infrastruktur menjadi kendala utama. BPBD mencatat 45 jembatan putus dan 21 jalan terputus, ditambah laporan longsor di 39 titik dan banjir di 27 lokasi. Kerusakan ini tidak hanya menghambat proses evakuasi warga, tetapi juga memperlambat penyaluran logistik ke daerah terdampak. Stok bahan makanan di sejumlah titik pengungsian dilaporkan hanya mampu bertahan dalam hitungan hari apabila distribusi tidak segera dipulihkan.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama seluruh tim gabungan masih bekerja maksimal untuk penanganan darurat, termasuk evakuasi warga di wilayah terisolir serta pembukaan akses jalan dan jembatan. Pembukaan jalur transportasi menjadi prioritas utama agar bantuan pangan dapat menjangkau 177.517 penduduk yang hingga kini belum tersentuh logistik secara memadai. Upaya percepatan juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan dasar seiring bertambahnya jumlah warga mengungsi.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa data dampak bencana ini bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan laporan di lapangan. BPBD Kabupaten Bener Meriah memastikan pembaruan informasi akan terus dilakukan secara berkala untuk mendukung percepatan penanganan bencana dan distribusi logistik pangan bagi masyarakat terdampak. Data terkini dirilis BPBD Kabupaten Bener Meriah per 29 November 2025 pukul 23.59 WIB.













Discussion about this post