MediaNanggroe.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) melalui Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM) Aceh kembali menyelenggarakan kegiatan Rekrutmen dan Pembelajaran SAKA POM Angkatan II, kali ini untuk wilayah Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Aula SMKN 2 Meulaboh pada Rabu (15/10/2025), dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang dari penegak dan pandega se Aceh Barat.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala BPOM Aceh sekaligus Majelis Pembimbing SAKA POM Aceh, Riyanto. turut hadir selama kegiatan Sekretaris Kwarcab Aceh Barat, Cut Bang Abdul Razak, Wakil Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat, Cut Bang Roni, serta Ketua Gugus Depan SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 2 Meulaboh.
Dalam sambutannya, Riyanto menyampaikan bahwa keberadaan SAKA POM merupakan wadah strategis untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pengawasan obat dan makanan. “Melalui kegiatan ini, adik-adik sekalian tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, para anggota SAKA POM dapat menjadi pelopor di lingkungannya masing-masing dalam memberikan edukasi dan menjaga keamanan obat dan makanan,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Peserta tidak hanya serius menyimak materi pembelajaran, tetapi juga aktif mengikuti sesi diskusi, kuis interaktif, hingga tarik tambang online antar-krida yang menambah keceriaan acara. Keseruan semakin terasa dengan adanya pembagian hadiah bagi peserta terbaik, yang membuat mereka semakin termotivasi untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Selama dua hari, para peserta mendapatkan pembekalan melalui tiga krida utama, yaitu Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Pemantauan Obat dan Makanan, serta Pemberian Informasi Obat dan Makanan. Sebagai bentuk praktik lapangan, peserta juga terlibat dalam inovasi Sanger Ureueng Aceh dengan melakukan pemantauan langsung ke salah satu warung kopi di Meulaboh.
Dari hasil uji sederhana terhadap dua sampel pangan, dinyatakan aman dan tidak ditemukan produk tanpa izin edar. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi peserta dalam mengaplikasikan keterampilan pengawasan obat dan makanan di lapangan.
BPOM Aceh berharap, melalui kegiatan ini akan lahir kader-kader muda yang berkompeten, aktif, dan berdaya guna dalam mengedukasi masyarakat serta mengawasi keamanan obat dan makanan. Dengan begitu, mutu dan kualitas produk yang beredar di tengah masyarakat dapat lebih terjamin demi terwujudnya generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.













Discussion about this post