MediaNanggroe.com, Banda Aceh – Di tengah kondisi keuangan daerah yang terus menjadi perhatian, berdasarkan data dari laman sirup.lkpp masih banyak SKPK mengalokasikan anggaran Miliaran hanya untuk Belanja Makanan dan Minuman Jamuan Tamu dan Belanja Makanan dan Minuman Rapat, serta belanja Natura dan Pakan-Natura.
Misalkan, Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRK Aceh selatan mengalokasikan anggaran fantastis untuk makan dan minum, yakni sebesar Rp4,842,765,950. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja kabupaten (APBK) Aceh Selatan dan terbagi dalam tiga kategori utama:
1. Belanja Makanan dan Minuman Rapat untuk Sekretariat Daerah Rp375,685,600 sedangkan untuk Sekretariat DPRK Rp1,209,104,400.
2. Belanja Makanan dan Minuman Jamuan Tamu untuk Sekretariat Daerah Rp1,603,022,450, sedangkan untuk Sekretariat DPRK Rp50,019,500.
3. Belanja Natura dan Pakan-Natura Sekretariat Daerah Rp1,020,000,000, sedangkan untuk Sekretariat DPRK Rp584,934,000.
Sementara itu, anggaran makanan dan minuman untuk aktivitas lapangan di Sekretariat Daerah , yakni Rp34 juta.

Kritik dan Transparansi Anggaran
Besarnya anggaran untuk konsumsi ini memunculkan tanda tanya di tengah publik, terutama mengingat kondisi keuangan Aceh Selatan yang sedang tidak baik-baik saja. Apakah anggaran ini merupakan kebutuhan yang wajar, atau justru menjadi pemborosan yang membebani APBK?
Apalagi pemerintah Aceh Selatan sedang melakukan Efesiensi Anggaran, terutama pemotongan 70% gaji tenaga kontrak Pemerintah Aceh Selatan.
Sejumlah warga juga mempertanyakan urgensi alokasi dana untuk konsumsi pejabat dan tamu, terutama dalam jumlah yang begitu besar. Apakah anggaran tersebut sudah disusun secara efisien? Apakah ada mekanisme kontrol yang jelas untuk memastikan tidak terjadi pemborosan atau bahkan potensi penyalahgunaan?
Terkait besarnya alokasikan anggaran miliaran untuk Belanja Makanan dan Minuman Jamuan Tamu dan Belanja Makanan dan Minuman Rapat, media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala BPKD Aceh Selatan, Syamsul Bahri, SH., Kamis, 10 April 2025, namun sampai berita ini ditayangkan belum memperoleh jawaban.












Discussion about this post