MediaNanggroe.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) menerima kunjungan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SMP Negeri 4 Bireuen di Aula BBPOM Aceh. Kunjungan ini diikuti oleh guru bersama 23 orang siswa yang disambut langsung oleh Ketua Tim Publikasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) BBPOM Aceh, Suryani Fauzi, didampingi Manajer Mutu BBPOM Aceh, Nurlinda Lubis.
Selama kegiatan, para siswa mendapatkan edukasi dan paparan seputar tugas dan fungsi BPOM, informasi Cek KLIK, serta tips aman membeli kosmetik secara online. Dalam paparannya, Suryani Fauzi menekankan pentingnya menjadi konsumen cerdas sejak dini. “Melalui edukasi ini, kami ingin menanamkan kebiasaan Cek KLIK agar siswa lebih teliti dalam memilih produk, termasuk saat berbelanja kosmetik secara online yang kini semakin marak,” ujarnya.
Selanjutnya, paparan disampaikan oleh Tim Publikasi dan KIE BBPOM Aceh, Ari Syuhada Putra, yang membahas tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), termasuk tips menjaga diri dari bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). Ia mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga diri dan lingkungan. “Remaja harus memiliki keberanian untuk mengatakan tidak pada narkoba serta membekali diri dengan pengetahuan agar tidak mudah terjerumus,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui games singkat, sesi tanya jawab, serta pemberian apresiasi kepada peserta yang aktif. Perwakilan guru UPTD SMP Negeri 4 Bireuen, Maryadi, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan langsung kepada siswa tentang keamanan produk dan bahaya narkoba. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke laboratorium BBPOM Aceh yang dipimpin oleh Nurlinda Lubis. Pada sesi ini, para siswa tampak antusias dan penuh rasa ingin tahu saat memasuki setiap ruang laboratorium. Mereka aktif mengajukan pertanyaan dan memperhatikan langsung berbagai proses pengujian yang dilakukan oleh petugas. Di Laboratorium Pangan, siswa diperlihatkan bagaimana sampel makanan diuji untuk memastikan bebas dari bahan berbahaya. Sementara di Laboratorium Obat dan Kosmetik, mereka dikenalkan pada proses identifikasi kandungan bahan aktif serta deteksi zat berbahaya yang tidak sesuai ketentuan.
Tak hanya itu, di Laboratorium Mikrobiologi, siswa juga diperkenalkan pada pengujian cemaran mikroba yang dapat memengaruhi keamanan produk. Penjelasan mengenai penggunaan alat-alat canggih dan prosedur pengujian yang ketat semakin menambah ketertarikan siswa terhadap dunia pengawasan obat dan makanan. Momen ini menjadi pengalaman berharga karena siswa dapat melihat secara langsung peran BPOM dalam melindungi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BPOM Aceh berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih cerdas dalam memilih produk serta memiliki kesadaran tinggi untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika. Selain itu, diharapkan kunjungan ini dapat menginspirasi siswa untuk lebih mengenal dunia sains dan pengawasan obat dan makanan, sehingga ke depan dapat melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.












Discussion about this post