• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Sabtu, 24 Oktober 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh

Bea Cukai Ungkap Hasil Penindakan Nasional dan Wilayah Aceh 2025: Nilai Barang Tembus Rp6,8 Triliun

redaksi by redaksi
22 Oktober 2025
in Aceh
Bea Cukai Ungkap Hasil Penindakan Nasional dan Wilayah Aceh 2025: Nilai Barang Tembus Rp6,8 Triliun

BacaJuga :

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

24 Oktober 2026
Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

23 Oktober 2026
MediaNanggroe.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menggelar konferensi pers di Banda Aceh, Rabu (22/10/2025), untuk memaparkan capaian kinerja pengawasan dan penindakan sepanjang tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, Bea Cukai mengungkap hasil penindakan baik secara nasional maupun di wilayah Aceh yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap penyelundupan dan peredaran barang ilegal.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, menyampaikan bahwa hingga akhir September 2025, Bea Cukai telah melaksanakan 22.064 kali penindakan dengan total nilai barang mencapai Rp6,8 triliun. Meski jumlah penindakan menurun 22 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, nilai barang hasil penindakan justru meningkat 24 persen atau setara Rp1,3 triliun.

“Peningkatan nilai penindakan mencerminkan pengawasan yang lebih berkualitas, terarah, dan berdampak nyata bagi negara. Kami akan terus memperkuat integritas dan kolaborasi agar setiap langkah pengawasan memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Djaka dalam keterangannya.

Kinerja Pengawasan Nasional

Sepanjang 2025, Bea Cukai juga mengoptimalkan penyelesaian perkara melalui mekanisme ultimum remedium. Hingga September, tercatat 1.719 penyelesaian perkara dengan total nilai Rp181,1 miliar — meningkat 213 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di bidang pengawasan narkotika, Bea Cukai bersama aparat penegak hukum telah melakukan 1.513 penindakan dengan total tegahan mencapai 11,1 ton berbagai jenis narkotika. Dari hasil tersebut, diperkirakan 30,8 juta jiwa berhasil diselamatkan.

Untuk memperkuat pengawasan, sejak Juli 2025 Bea Cukai membentuk dua Satuan Tugas (Satgas), yakni Satgas Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal dan Satgas Pemberantasan Penyelundupan. Dalam periode tersebut, kedua Satgas berhasil melakukan 6.339 kali penindakan dengan hasil barang sebanyak 345,5 juta batang rokok ilegal dan 66,3 ribu liter minuman beralkohol.

Penindakan tersebut ditindaklanjuti dengan 60 penyidikan dan 663 sanksi administrasi dengan total nilai Rp62,32 miliar. Sementara pengawasan lalu lintas barang ekspor-impor juga menunjukkan hasil signifikan dengan 1.403 penindakan bernilai Rp370,09 miliar sejak Juli 2025.

Capaian Pengawasan di Aceh

Kinerja positif turut ditunjukkan oleh Kanwil Bea Cukai Aceh, yang selama periode 1 Januari–15 Oktober 2025 mencatat 665 penindakan di bidang kepabeanan dan cukai.

Sejak pembentukan Satgas Pengawasan, tercatat 11 penindakan dengan nilai barang mencapai Rp1,5 miliar, serta 284 penindakan terhadap rokok ilegal sebanyak 6,89 juta batang dengan nilai Rp5,47 miliar.

Selain itu, pengawasan terhadap peredaran narkotika juga menunjukkan hasil luar biasa. Bea Cukai Aceh bersama aparat penegak hukum berhasil mengamankan 5,89 ton narkotika berbagai jenis — mulai dari sabu, ganja, MDMA, hingga kokain. Dari hasil ini, sebanyak 9,4 juta jiwa berhasil diselamatkan, dengan estimasi penghematan biaya rehabilitasi mencapai Rp15 triliun.

Penindakan Strategis di Lapangan

Dalam konferensi pers tersebut, Bea Cukai juga memaparkan sejumlah penindakan besar di wilayah Aceh, di antaranya:

  1. Bea Cukai Langsa pada 13 September 2025 berhasil mengamankan 8 unit sepeda motor, 20 koli suku cadang, dan 1 unit truk yang diduga hasil penyelundupan. Barang-barang tersebut kini berstatus Barang Dikuasai Negara (BDN).

  2. Bea Cukai Lhokseumawe pada 10 Oktober 2025 menggagalkan penyelundupan 3,87 juta batang rokok ilegal dan 1 unit truk pengangkutnya. Saat ini, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, Bea Cukai juga melaksanakan pemusnahan barang hasil penindakan di Aceh, antara lain:

  • 6,3 juta batang rokok ilegal hasil 576 penindakan periode November 2024–September 2025 dengan potensi kerugian negara Rp6,7 miliar.

  • Barang kepabeanan berstatus BMMN senilai Rp139 juta, terdiri dari telepon genggam, alas kaki, pakaian bekas, kosmetik, obat-obatan, pestisida, kopi, hingga produk makanan.

Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Industri Legal

Djaka menegaskan, Bea Cukai terus mengoptimalkan fungsi pengawasan dan pelayanan untuk menjaga keseimbangan fiskal dan mendukung pertumbuhan industri legal di Indonesia.

“Langkah konkret di level strategis dan operasional terus kami lakukan, baik perbaikan pelayanan maupun peningkatan pengawasan. Sinergi dengan aparat penegak hukum, kementerian/lembaga, dan masyarakat menjadi kunci agar industri legal bertumbuh dan membuka lapangan kerja,” pungkasnya.

Bea Cukai menegaskan komitmen untuk menindak tegas pelanggar hukum tanpa kompromi, termasuk melalui penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) bila ditemukan unsur pelanggaran serius. Seluruh pengawasan yang dilakukan diharapkan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana visi Asta Cita pemerintah.

 

Previous Post

Tingkatkan Literasi: BPOM Aceh Ajak DWP BPKP Aceh Cerdas Memilih Kosmetik Aman

Next Post

Sinergi Lintas Sektor: Langkah Nyata Menuju Aceh Besar Bebas Bahan Berbahaya pada Pangan

Berita Lainnya

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

24 Oktober 2026

PT Bank Aceh Syariah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memperkuat sinergi dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui implementasi...

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

23 Oktober 2026

BANDA ACEH – Ekonomi Aceh menunjukkan tren penguatan pada 2026 di tengah upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai...

BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

22 Oktober 2026

ACEH SELATAN — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang melalui Bimbingan...

Load More
Next Post
Sinergi Lintas Sektor: Langkah Nyata Menuju Aceh Besar Bebas Bahan Berbahaya pada Pangan

Sinergi Lintas Sektor: Langkah Nyata Menuju Aceh Besar Bebas Bahan Berbahaya pada Pangan

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama Pertama BPD–BI di Indonesia

24 Oktober 2026
Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

Ekonomi Aceh Tumbuh 4,86 Persen, Pemulihan Pascabencana Jadi Momentum Percepatan

23 Oktober 2026
BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

BNNK Aceh Selatan Hadirkan Alternatif Ekonomi di Kawasan Rawan Tanaman Terlarang lewat Tempe BERSINAR

22 Oktober 2026
BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

22 Oktober 2026
Kepercayaan 24 Juta Nasabah Antarkan BSI Raih Top 5 Layanan Terbaik CX 100 Award

Kepercayaan 24 Juta Nasabah Antarkan BSI Raih Top 5 Layanan Terbaik CX 100 Award

21 Oktober 2026
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BNNK Aceh Selatan Evaluasi Kesiapan Sekolah Terapkan Kurikulum Antinarkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Temukan Rp328 Juta Tagihan Hotel Fiktif di Abdya, Sekwan DPRK Dominasi Temuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In