MediaNanggroe.com, Banda Aceh – Calon Presiden Anies Baswedan yang diusung Partai NasDem boleh saja memiliki banyak pendukung di Aceh. Mungkin 100 persen warga Serambi Mekkah memihak mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Tetapi, belum tentu dengan oknum penguasa di sana.
Sebagai bukti. Izin penggunaan Taman Ratu Safiatuddin atau Taman PKA sebagai lokasi acara pertemuan Anies dengan masyarakat yang semula sudah diberikan, dicabut kembali oleh UPTD Seni dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh. Alasannya, karena tidak sesuai dengan ketentuan.
Menurut informasi, pada poin 2 ayat a dan b dari ketentuan penggunaan Taman disebutkan, bahwa kegiatan harus dilakukan sesuai dengan prosesdur penyewaan. Alasan ini dinilai terkesan mengada-ada. Sebab, dalam pengajuan izin sebelumnya juga sudah dijelaskan rencana penggunaan fasilitas publik tersebut.
Seorang warga Banda Aceh menduga, pembatalalan izin oleh UPTD Seni dan Budaya Disbudpar Aceh karena ada desakan pihak tertentu. Sebab, acara itu pasti bakal dihadiri ribuan warga. “Dengan demikian, peristiwa itu pasti akan memberi nilai tersendiri bagi Anies dan partai pendukung,” ujar warga yang tidak berkenan identiasnya ditulis.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Almuniza Kamal yang dikonfirmasi KabarAktual, Rabu (30/11/2022), mengakui bahwa pihaknya sudah mencabut kembali izin penggunaan Taman Ratu Safiatuddin untuk acara Anies. Surat pembatalan itu, kata dia, dikeluarkan oleh bawahannya, kepala UPTD Seni dan Budaya. “Karena, itu memang kewenangan UPTD Seni dan Budaya,” ujarnya.
Almuniza menampik dugaan yang menyebut ada intervensi pihak luar terkait pencabutan izin penggunaan Taman PKA. Juga soal kemungkinan ada tekanan dari Pusat. “Tidak mungkinlah pak. Memang siapa Almuniza, sampai ditelpon dari Jakarta? Tidak sejauh itulah,” tepisnya.
Dia menjelaskan, pengaturan penggunaan Taman Ratu Safiatuddin memang berada di bawah kewenangan UPTD Seni dan Budaya. “Termasuk penggunaan fasilitas Taman Budaya. Itu kewenangan mereka,” ucap Almuniza.
Ketika dipertanyakan, apa mungkin pembatalan izin sebuah acara besar yang melibatkan tokoh nasional diputuskan tanpa koordinasi dengannya selaku atasan, Almuniza membenarkan itu. “Tapi, saya sangat sibuk dalam beberapa hari ini. Kemarin saya berada di Medan. Sekarang di Sabang. Mungkin mereka segan mengganggu saya karena mereka tahu saya dalam keadaan sangat sibuk,” kata Almuniza.
Ketua DPD Partai NasDem Aceh, Taufiqulhadi, yang dicoba konfirmasi mengaku sedang melakukan pertemuan membahas masalah tersebut. “Mohon maaf. Saya tidak bisa biacara dulu sedang rapat. Saya sudah tahu apa yang akan ditanyakan. Saya harus fokus rapat dulu, nanti akan saya hubungi kembali,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (30/11/2022) siang.[]













Discussion about this post