MediaNanggroe.com, Jakarta – Indonesia akan mendapatkan tambahan pasokan vaksin COVID-19 dengan merek AstraZeneca sebanyak 1.041.400 dosis dan Sinopharm dengan jumlah 1.408.000 dosis pada Jumat (16/7/2021).
Jadwal kedatangan kedua vaksin tersebut berbeda waktu, vaksin AstraZeneca akan datang terlebih dahulu dengan menggunakan Maskapai Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ950. Estimasi waktu tiba di tanah air sekitar pukul 07.05 WIB di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.
Kedatangan vaksin AstraZeneca merupakan rangkaian kedatangan tahapan vaksin ke-26 yang Indonesia akan terima. Vaksin ini didapatkan melalui kerja sama bilateral yang dibangun pemerintah dengan berbagai pihak.
Kemudian, vaksin Sinopharm akan datang ke tanah air menggunakan Maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA891 . Estimasi waktu tiba di tanah air sekitar pukul 12.00 WIB di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.
Kedatangan vaksin AstraZeneca merupakan rangkaian kedatangan tahapan vaksin ke-27 yang Indonesia akan terima. Vaksin ini didapatkan melalui kerja sama bilateral yang dibangun pemerintah dengan berbagai pihak.
Kedatangan vaksin ini merupakan bukti dari upaya Pemerintah dengan menempuh cara diplomasi untuk pemenuhan kebutuhan dan pencapaian target 1 juta vaksinasi per hari di Juli 2021, dan 2 juta vaksinasi di Agustus 2021.
Dua vaksin yang datang itu adalah vaksin jadi yang siap pakai untuk dipergunakan langsung dalam vaksinasi massal dan program vaksin gotong royong.
Rencananya, pada dua kedatangan kali ini akan disambut oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi secara langsung. Dan beliau juga akan menjelaskan melalui konferensi pers terkait vaksin yang tiba.
Kedatangan dua vaksin ini akan membuat stok vaksin Indonesia semakin bertambah lebih banyak. Dengan begitu, Ibu Pertiwi kelak akan memiliki jumlah total vaksin sebanyak 142.723.880 dosis vaksin COVID-19.
Rincian vaksin COVID-19 yang akan dimiliki Indonesia yaitu sebanyak 118.500.280 dosis vaksin Sinovac, sebanyak 14.915.840 dosis vaksin AstraZeneca, sebanyak 4.816.00 dosis vaksin Sinopharm, serta 4.500.160 dosis vaksin Moderna.













Discussion about this post