MediaNanggroe.com – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh), Riyanto, mengajak pelajar SMA Negeri 1 Banda Aceh berani mengambil keputusan untuk melindungi kesehatan dan masa depan mereka.
Pesan itu disampaikan Riyanto saat menjadi pembina Upacara Bendera di SMA Negeri 1 Banda Aceh, Senin (21/09/2026). Kegiatan diikuti seluruh siswa-siswi, kepala sekolah, dewan guru, serta tenaga kependidikan SMA Negeri 1 Banda Aceh.
Dalam amanatnya, Riyanto menyoroti tiga persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, yakni penggunaan kosmetik dan skincare, rokok elektronik atau vape, serta narkotika dan penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT).
Riyanto mengatakan, tantangan menjaga kesehatan generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab BBPOM Aceh. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan generasi muda untuk ikut mengenali dan mencegah peredaran serta penggunaan produk yang berisiko.
“Tugas BBPOM adalah menjaga agar obat, makanan, dan kosmetik yang beredar di tengah masyarakat Aceh aman, bermutu, dan bermanfaat. Namun, tugas mulia ini tidak akan pernah berhasil kalau hanya dikerjakan oleh Bapak dan teman-teman di BBPOM saja. Kami membutuhkan mata dan telinga yang lebih banyak, membutuhkan generasi muda yang cerdas dan berani sebagai calon-calon pemimpin Aceh dan Indonesia di masa depan,” ujar Riyanto.
Cerdas Memilih Kosmetik, Jangan Tergiur Hasil Instan
Riyanto mengingatkan para pelajar, khususnya remaja yang mulai menggunakan skincare dan kosmetik, agar tidak mudah tergiur produk yang menawarkan hasil instan dengan harga murah.
Produk yang dipasarkan melalui media sosial dan kanal daring, kata dia, perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum digunakan. Pelajar juga diajak menerapkan Cek KLIK, yakni Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa.
Legalitas produk dapat diperiksa melalui aplikasi BPOM Mobile atau laman resmi pengecekan produk BPOM.
“Tampil cantik dan menarik itu harus dengan cara yang aman, bukan dengan cara instan yang justru berbahaya. Jangan tergiur testimoni di media sosial. Kalau ragu dengan suatu produk, jangan sungkan bertanya dan cek dahulu ke BPOM,” pesan Riyanto.
Berani Menolak Vape dan Penyalahgunaan Zat
Persoalan lain yang menjadi perhatian Riyanto adalah penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan pelajar.
Ia mengingatkan bahwa vape bukan sesuatu yang dapat dianggap aman karena tetap dapat mengandung nikotin dan menghasilkan senyawa kimia ketika digunakan.
Riyanto juga menyoroti penyalahgunaan zat seperti etomidate yang dapat disalahgunakan dengan cara dicampurkan ke dalam liquid vape. Ia menekankan bahwa etomidate merupakan obat yang penggunaannya harus berada di bawah pengawasan tenaga medis dan tidak boleh digunakan secara sembarangan.
Menurutnya, keberanian menolak ajakan menggunakan vape maupun zat berbahaya merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan masa depan.
“Kalau ada teman yang menawarkan vape dengan alasan ‘coba saja, tidak akan ketagihan’, Bapak titip pesan: tolaklah dengan tegas. Berani berkata tidak itu bukan tanda tidak gaul, justru itu tanda ananda punya prinsip dan sayang pada masa depan sendiri,” tegas Riyanto.
Jauhi Narkotika dan Penyalahgunaan Obat
Riyanto selanjutnya mengingatkan para siswa mengenai bahaya narkotika serta penyalahgunaan obat-obat tertentu (OOT).
Ia menjelaskan, penyalahgunaan zat dapat bermula dari hal yang dianggap sederhana, seperti rasa penasaran, ajakan teman, atau sikap tidak tegas untuk menolak.
Obat yang memiliki manfaat untuk pengobatan juga dapat menimbulkan risiko serius apabila digunakan tidak sesuai dosis dan anjuran tenaga kesehatan. Karena itu, para pelajar diminta tidak mencoba menggunakan obat di luar resep maupun sekadar mengikuti ajakan teman.
Riyanto kemudian mengajak para siswa memperkuat literasi, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Para pelajar juga didorong memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi dan pesan positif kepada teman sebaya.
“Perkuat literasi dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Biasakan mengecek dahulu sebelum memakai atau mencoba sesuatu. Pilih pergaulan dan lingkungan yang sehat, serta jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ajak Riyanto.
Generasi Muda Diminta Jadi Mata dan Telinga di Lingkungan
Pesan Riyanto tidak hanya berhenti pada ajakan untuk menjauhi produk dan zat berbahaya. Pelajar juga didorong mengambil peran dalam menyebarkan informasi yang benar di lingkungan sekolah maupun pergaulan mereka.
Riyanto berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan kepedulian pelajar terhadap keamanan obat, makanan, dan kosmetik sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjauhi vape, narkotika, dan penyalahgunaan obat.
“Semoga apa yang Bapak sampaikan bisa menjadi bekal bagi ananda sekalian untuk tumbuh menjadi generasi Aceh yang sehat, cerdas, dan berprestasi, jauh dari kosmetik berbahaya, jauh dari vape, dan jauh dari narkoba serta penyalahgunaan obat-obatan,” harap Riyanto.
Ia juga berharap sinergi antara BBPOM Aceh dan SMA Negeri 1 Banda Aceh dapat terus terjalin melalui edukasi dan kegiatan yang mendorong terciptanya generasi muda yang sehat, cerdas, dan memiliki kepedulian terhadap keamanan obat dan makanan.
BBPOM Aceh bersama pihak sekolah dan orang tua berkomitmen untuk terus mendampingi generasi muda dalam memperoleh informasi yang benar mengenai keamanan kosmetik, obat, dan makanan.
Masyarakat juga dapat memperoleh informasi dan menyampaikan pengaduan melalui layanan 1500533 maupun aplikasi BPOM Mobile.











Discussion about this post