• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Minggu, 8 November 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh

BBPOM Aceh Perketat Standar Distribusi Obat, 30 Apoteker PBF Dibekali CDOB

Lasdianto by Lasdianto
8 November 2026
in Aceh
BBPOM Aceh Perketat Standar Distribusi Obat, 30 Apoteker PBF Dibekali CDOB

BacaJuga :

KPA dan Direktur Kontraktor Kompak Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan Aceh Tamiang

KPA dan Direktur Kontraktor Kompak Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan Aceh Tamiang

5 November 2026
Nasir Nurdin Diserang Isu Suap Jelang Konferprov PWI Aceh, Ini Responsnya

Nasir Nurdin Diserang Isu Suap Jelang Konferprov PWI Aceh, Ini Responsnya

5 November 2026
ACEH BESAR – Mutu obat yang beredar di masyarakat tidak hanya ditentukan oleh proses produksi, tetapi juga bergantung pada ketatnya pengawasan selama proses distribusi. Untuk memastikan obat tetap aman dan bermutu hingga diterima masyarakat, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) memperkuat kompetensi apoteker melalui penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

Penguatan tersebut dilakukan melalui Workshop Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Aceh Tahun 2026 yang mengusung tema “United Pharmacist, One Standard for Seamless Pharmaceutical Care”.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu secara daring pada Rabu (4/11/2026) dan dilanjutkan secara luring pada Jumat (6/11/2026) di Hotel The Pade, Aceh Besar.

BBPOM Aceh menghadirkan dua narasumber dari Tim Inspeksi Obat, yaitu Ketua Tim Inspeksi Obat, Naila, bersama staf, Eko Aprianto. Materi yang disampaikan menyasar apoteker dari berbagai sarana distribusi dan pelayanan kefarmasian.

Sorotan utama dalam workshop ini adalah pembekalan terhadap 30 Apoteker Penanggung Jawab Pedagang Besar Farmasi (APJ PBF) se-Provinsi Aceh. Mereka mendapatkan Bimbingan Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2025 yang disampaikan langsung oleh Naila.

Pembahasan difokuskan pada penguatan penerapan Sistem Manajemen Mutu, termasuk pentingnya pelaksanaan Kajian Manajemen Puncak secara berkala. Kajian tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi efektivitas sistem yang telah berjalan, mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan, serta mendorong perbaikan berkelanjutan (continual improvement) dalam kegiatan distribusi obat.

Naila menekankan bahwa penerapan CDOB tidak boleh hanya dipandang sebagai pemenuhan persyaratan administrasi atau sertifikasi, tetapi harus menjadi budaya kerja dalam setiap proses distribusi obat.

“Setiap PBF harus memastikan bahwa sistem manajemen mutu benar-benar diterapkan secara konsisten. Kajian manajemen puncak menjadi salah satu instrumen penting untuk mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi kendala, dan menetapkan langkah perbaikan agar mutu obat tetap terjaga sepanjang rantai distribusi,” jelas Naila.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai implementasi sertifikasi dan sertifikasi ulang CDOB berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 27 Tahun 2025. Kepatuhan terhadap ketentuan terbaru menjadi aspek penting bagi PBF dalam memastikan seluruh proses distribusi obat dilaksanakan sesuai standar, sehingga mutu dan keabsahan obat tetap terjaga dari sarana distribusi hingga diterima masyarakat.

Tidak hanya menitikberatkan pada standar distribusi, BBPOM Aceh juga mendorong penguatan budaya perbaikan mutu di seluruh praktik kefarmasian.

Pada sesi pleno yang diikuti sekitar 300 apoteker dari berbagai sarana pelayanan dan distribusi kefarmasian, Eko Aprianto membawakan materi bertajuk “CAPA Across Pharmacy Practice: Dari Temuan Menuju Perbaikan Berkelanjutan”.

Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya penanganan temuan melalui pendekatan yang sistematis. Perbaikan tidak cukup hanya dilakukan terhadap permasalahan yang terlihat, tetapi perlu diawali dengan penelusuran penyebab utama agar permasalahan serupa tidak terulang.

Pembahasan mencakup metode investigasi akar masalah (Root Cause Analysis/RCA) serta penyusunan tindakan perbaikan dan pencegahan (Corrective and Preventive Action/CAPA) yang efektif.

Eko menjelaskan bahwa CAPA merupakan bagian penting dari sistem manajemen mutu yang dapat diterapkan di berbagai praktik kefarmasian, baik di fasilitas distribusi maupun pelayanan.

“Setiap temuan harus menjadi kesempatan untuk melakukan perbaikan. Melalui investigasi akar masalah yang tepat dan penyusunan CAPA yang efektif, kita tidak hanya menyelesaikan permasalahan yang terjadi, tetapi juga mencegah agar permasalahan yang sama tidak terulang. Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien,” ungkap Eko.

Penerapan RCA dan CAPA diharapkan dapat membangun budaya mutu di seluruh lini praktik kefarmasian. Dengan mengidentifikasi akar masalah dan menetapkan tindakan perbaikan yang tepat, potensi kesalahan dapat diminimalkan sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien (patient safety).

Keterlibatan BBPOM Aceh dalam Workshop PIT 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi dan kepatuhan apoteker terhadap standar pengelolaan obat. Pemahaman yang utuh mengenai CDOB dan CAPA diharapkan dapat diterapkan secara konsisten, baik di sarana distribusi maupun fasilitas pelayanan kefarmasian.

Melalui kolaborasi bersama PD IAI Aceh, BBPOM Aceh mendorong terbangunnya kesamaan pemahaman dan komitmen seluruh apoteker dalam menjaga mutu obat sepanjang rantai distribusi hingga pelayanan kepada pasien.

Previous Post

Pemegang Saham Setujui Rights Issue BSI, Perkuat Permodalan dan Dorong Peningkatan Free Float

Berita Lainnya

KPA dan Direktur Kontraktor Kompak Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan Aceh Tamiang

KPA dan Direktur Kontraktor Kompak Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan Aceh Tamiang

5 November 2026

ACEH TAMIANG – Proyek penanganan jalan Long Segment di Kabupaten Aceh Tamiang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun...

Nasir Nurdin Diserang Isu Suap Jelang Konferprov PWI Aceh, Ini Responsnya

Nasir Nurdin Diserang Isu Suap Jelang Konferprov PWI Aceh, Ini Responsnya

5 November 2026

BANDA ACEH - Kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin menanggapi kampanye hitam ala preman kampung yang ditayangkan sejumlah media luar...

Nyawa Warga Melayang dalam Insiden Bendera di Pidie, Mualem-Dek Fadh Bereaksi

Nyawa Warga Melayang dalam Insiden Bendera di Pidie, Mualem-Dek Fadh Bereaksi

5 November 2026

BANDA ACEH – Insiden pengibaran Bendera Bintang Bulan di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, berujung maut. Seorang warga...

Load More

Discussion about this post

BERITA TERKINI

BBPOM Aceh Perketat Standar Distribusi Obat, 30 Apoteker PBF Dibekali CDOB

BBPOM Aceh Perketat Standar Distribusi Obat, 30 Apoteker PBF Dibekali CDOB

8 November 2026
Pemegang Saham Setujui Rights Issue BSI, Perkuat Permodalan dan Dorong Peningkatan Free Float

Pemegang Saham Setujui Rights Issue BSI, Perkuat Permodalan dan Dorong Peningkatan Free Float

6 November 2026
KPA dan Direktur Kontraktor Kompak Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan Aceh Tamiang

KPA dan Direktur Kontraktor Kompak Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan Aceh Tamiang

5 November 2026
BSI Pecahkan Rekor MURI Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak

BSI Pecahkan Rekor MURI Pembukaan Rekening Emas oleh Sivitas Akademika Terbanyak

5 November 2026
Nasir Nurdin Diserang Isu Suap Jelang Konferprov PWI Aceh, Ini Responsnya

Nasir Nurdin Diserang Isu Suap Jelang Konferprov PWI Aceh, Ini Responsnya

5 November 2026
  • Bejat! Ayah Kandung Diduga Cabuli Anak Sejak MIN hingga SMP

    Bejat! Ayah Kandung Diduga Cabuli Anak Sejak MIN hingga SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kakek 59 Tahun Diduga Cabuli Dua Bocah, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In