BPJS Kesehatan mendorong upaya promotif dan preventif pada Program JKN salah satunya melalui penguatan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA Test dan Pap Smear di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Mahyuddin saat memberikan sambutan pada Kegiatan yang bertajuk Pentingnya Papsmear Untuk Deteksi Dini Kanker Serviks yang diselenggarakan oleh Bio-Lab Diagnostic Centre Banda Aceh.
Kegiatan tersebut diikuti dokter dan penanggung jawab program atau PIC Prolanis dari FKTP mitra Bio-Lab. Para peserta tersebut mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya skrining, mekanisme penjaringan peserta, kendala yang dihadapi di lapangan hingga strategi meningkatkan cakupan pemeriksaan. Selain itu juga sebagai upaya dalam meningkatkan penjaringan peserta serta tindak lanjut pemeriksaan deteksi dini kanker serviks.
“Upaya promotif dan preventif merupakan bagian penting dalam JKN untuk mendorong peserta menjaga kesehatan sekaligus melakukan deteksi penyakit sedini mungkin. Pelayanan promotif preventif tidak hanya ditujukan kepada peserta yang sudah memiliki penyakit. Program tersebut juga menyasar peserta yang belum terdiagnosis, peserta yang memiliki faktor risiko, hingga peserta yang telah terdiagnosis dan membutuhkan pengelolaan penyakit secara berkelanjutan,” jelas Mahyuddin pada Sabtu (12/9).
Pada tahap primer, menurut Mahyuddin Peserta JKN mendapatkan berbagai layanan seperti penyuluhan kesehatan perorangan, imunisasi rutin, keluarga berencana serta skrining riwayat kesehatan. Skrining riwayat kesehatan lanjut Mahyuddin, dapat dilakukan melalui sejumlah kanal layanan, antara lain pada Aplikasi Mobile JKN dan website BPJS Kesehatan. Selanjutnya, peserta yang memiliki faktor risiko dapat menjalani pemeriksaan lebih lanjut pada tahap sekunder.
“Untuk jenis pemeriksaan, disesuaikan dengan penyakit dan faktor risikonya. Pemeriksaan tekanan darah, misalnya, digunakan untuk mendeteksi risiko hipertensi dan stroke. Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) digunakan untuk mendeteksi anemia, sedangkan pemeriksaan gula darah digunakan untuk mendeteksi diabetes. Sedangkan untuk deteksi kanker serviks, pemeriksaan dapat dilakukan melalui IVA Test maupun Papsmear sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan peserta,” kata Mahyuddin.
Untuk diketahui, Mahyuddin mengungkapkan dari 26 FKTP di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang, hasil dari hasil Skrining Riwayat Kesehatan sampai dengan bulan Agustus 2026 terdapat 15.890 jiwa yang berisiko terkena kanker serviks. Oleh karena itu pentingnya deteksi dini kanker serviks agar lebih cepat mendapatkan pelayanan pengobatan.
Owner sekaligus Direktur Utama Bio-Grup, Deydi Fitriadi Poetra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat peran FKTP dalam memberikan edukasi dan mendorong peserta JKN memanfaatkan layanan deteksi dini kanker serviks.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat peran FKTP dalam memberikan edukasi sekaligus melakukan penjaringan peserta untuk pemeriksaan Papsmear sebagai salah satu upaya deteksi dini kanker serviks,” kata Deydi.
Menurutnya, keberhasilan program skrining tidak hanya ditentukan oleh tersedianya layanan pemeriksaan. Edukasi kepada masyarakat dan kemampuan FKTP dalam menjaring peserta juga menjadi faktor penting agar pemeriksaan dapat dilakukan secara lebih luas.
“Harapannya dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut Bersama FKTP, pertama yaitu Memperkuat peran FKTP dalam upaya promotif dan preventif, kemudian menjadi ruang diskusi untuk menemukan solusi atas kendala di lapangan, meningkatkan pemahaman mengenai proses administrasi dan pelaksanaan skrining, dan mendorong peningkatan cakupan skrining Papsmear sehingga dapat meningkatkan upaya deteksi dini kanker serviks.
Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Cut Sheira Ellnita dan Mohd. Yuwanda Basrul, Dokter Penanggung Jawab Laboratorium Patologi Anatomi Laboratorium Klinik Biolab Diagnostic Centre. (rq)










Discussion about this post