Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menerima kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, beserta jajaran di Kantor BBPOM Aceh, Kamis (23/07/2026). Rombongan yang terdiri atas Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Aceh, Kepala BPS Kota Subulussalam, Koordinator Sensus Ekonomi BPS Provinsi Aceh, serta enam orang tim BPS Provinsi Aceh tersebut diterima langsung oleh Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, bersama jajaran. Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung penyediaan data statistik yang berkualitas sekaligus mempercepat pembangunan birokrasi yang bersih dan melayani.
Mengawali pertemuan, kedua instansi melakukan koordinasi terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang merupakan salah satu agenda strategis nasional dalam menghasilkan data statistik ekonomi yang akurat, komprehensif, dan berkualitas. Data tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur, karakteristik, serta potensi perekonomian Indonesia, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah yang lebih tepat sasaran.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BPS Provinsi Aceh dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan nasional.
“Data yang akurat merupakan fondasi dalam pengambilan kebijakan yang efektif. Begitu pula dengan pelayanan publik yang berkualitas, keduanya saling melengkapi dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Kami menyambut baik sinergi ini dan siap berbagi pengalaman dalam membangun budaya kerja yang berintegritas serta berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Riyanto.
Selain membahas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Provinsi Aceh juga menyampaikan permohonan pendampingan kepada BBPOM Aceh dalam upaya meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Permohonan tersebut merupakan bagian dari komitmen BPS Aceh untuk terus memperkuat reformasi birokrasi melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan budaya integritas, serta penerapan tata kelola pemerintahan yang baik.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengungkapkan bahwa keberhasilan BBPOM Aceh meraih predikat WBBM menjadi inspirasi bagi BPS Aceh dalam membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas.
“BBPOM Aceh telah membuktikan bahwa pembangunan Zona Integritas dapat diwujudkan melalui komitmen yang kuat, inovasi pelayanan, dan keterlibatan seluruh pegawai. Kami berharap dapat belajar dari pengalaman tersebut sehingga upaya pembangunan Zona Integritas di BPS Aceh berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Agus.
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif dengan membahas berbagai strategi pembangunan Zona Integritas menuju WBBM, mulai dari penguatan manajemen perubahan, penataan tata laksana, penguatan sistem pengawasan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga berbagai best practices yang telah diterapkan BBPOM Aceh dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan melayani.
Pertemuan kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi antarinstansi. Melalui sinergi ini, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan optimal serta menjadi landasan dalam menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih berkualitas. Di sisi lain, kolaborasi dalam pembangunan Zona Integritas diharapkan mampu mendorong lahirnya birokrasi yang semakin berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah terus meningkat.











Discussion about this post