Calang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan sistem keamanan pangan yang terpadu dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BBPOM Aceh dalam Sosialisasi Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) bertajuk “From Burden to Solutions: Safe Food Everywhere” yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pangan (DKPP) Kabupaten Aceh Jaya di Aula Hotel Pantai Barat, Calang, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mendukung kesiapan Kabupaten Aceh Jaya menuju Kabupaten Pangan Aman Tahun 2026.
BBPOM Aceh diwakili oleh Suryani Fauzi yang memberikan masukan mengenai penguatan sistem pengawasan keamanan pangan sesuai dengan kewenangan Badan POM sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan.
Selain BBPOM Aceh, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai perangkat daerah yang memiliki peran dalam pengawasan pangan, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Peternakan, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda/Bapperida) Kabupaten Aceh Jaya. Kehadiran berbagai instansi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam paparannya, Suryani Fauzi menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Kabupaten Pangan Aman tidak hanya ditentukan oleh pengawasan pemerintah, tetapi juga oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya keamanan pangan yang berkelanjutan.
“Keamanan pangan harus dibangun melalui kolaborasi. Setiap instansi memiliki peran sesuai kewenangannya, sehingga ketika seluruh sektor bergerak bersama, sistem pengawasan pangan akan semakin kuat. Pada akhirnya, tujuan utamanya adalah memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat agar memperoleh pangan yang aman, bermutu, dan layak dikonsumsi,” ujar Suryani.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai kondisi keamanan pangan di Kabupaten Aceh Jaya, kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang membahas strategi menuju Kabupaten Pangan Aman 2026, pengawasan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), hingga penerapan keamanan pangan pada Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Pada sesi akhir, seluruh peserta bersama perangkat daerah melaksanakan pengisian tools mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan kesiapan daerah dalam memenuhi indikator penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman.
Sebanyak 25 peserta yang terdiri atas aparatur pemerintah, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dan masukan mengenai implementasi pengawasan pangan di lapangan, koordinasi antarinstansi, serta strategi memperkuat sistem keamanan pangan di Aceh Jaya. Semangat kolaborasi yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi modal penting dalam mewujudkan pengawasan pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Aceh Jaya, Destin Rezawan, menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip keamanan pangan dalam setiap tahapan, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran. Dengan komitmen bersama, kita dapat menghadirkan sistem pangan yang lebih aman, berkualitas, dan mampu memberikan perlindungan optimal bagi seluruh masyarakat Aceh Jaya,” ungkap Destin.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara BBPOM Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam membangun sistem pengawasan pangan yang terpadu. Kolaborasi yang terus diperkuat diharapkan mampu mengantarkan Aceh Jaya meraih predikat Kabupaten Pangan Aman Tahun 2026, sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat melalui ketersediaan pangan yang aman, bermutu, bergizi, dan berkelanjutan.













Discussion about this post