Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) kembali menorehkan capaian membanggakan dalam upaya perlindungan masyarakat melalui penguatan keamanan pangan. Seluruh program keamanan pangan yang menjadi indikator kinerja BBPOM Aceh berhasil mencapai target 100 persen pada Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut dipaparkan dalam Pertemuan Teknis Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh di Banda Aceh, Selasa (30/6/2026).
Pertemuan yang dihadiri oleh berbagai organisasi perangkat daerah dan instansi terkait ini menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), khususnya melalui intervensi keamanan pangan sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting di Aceh.
Pada kesempatan tersebut, BBPOM Aceh diwakili oleh Ketua Tim Program Prioritas Nasional, Desi Ariyanti Ningsih dan Ketua Tim Publikasi dan Komunikasi Informasi Edukasi BBPOM Aceh, Suryani Fauzi yang memaparkan capaian tiga program prioritas keamanan pangan kepada para peserta. Ketiga program tersebut meliputi Program Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan, Program Desa Pangan Aman, dan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, yang seluruhnya berhasil mencapai target pelaksanaan sebesar 100 persen pada Tahun Anggaran 2025.
Dalam paparannya, Desi Ariyanti Ningsih menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara BBPOM Aceh, pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku usaha, serta masyarakat dalam membangun budaya keamanan pangan sejak dari lingkungan keluarga, sekolah, desa, hingga pasar tradisional.
“Keamanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui pemberdayaan masyarakat di sekolah, desa, dan pasar, kami ingin membangun kesadaran bahwa pangan yang aman adalah fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas,” ujar Desi.
Program Sekolah dengan Pembudayaan Keamanan Pangan difokuskan pada pembentukan budaya konsumsi pangan yang aman di lingkungan sekolah melalui edukasi kepada kepala sekolah, guru, pengelola kantin, serta peserta didik agar mampu mengenali dan memilih pangan jajanan yang aman.
Sementara itu, Program Desa Pangan Aman mendorong peran aktif masyarakat desa dalam menerapkan praktik keamanan pangan melalui pembinaan kader dan pemberdayaan masyarakat, mulai dari pemilihan bahan pangan, pengolahan, hingga penyimpanan pangan yang memenuhi prinsip keamanan pangan.
Adapun Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas diarahkan untuk meningkatkan kesadaran pedagang dan pengelola pasar tradisional agar bersama-sama memastikan produk pangan yang diperdagangkan memenuhi persyaratan keamanan sehingga memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen.
Suryani Fauzi menambahkan bahwa keberhasilan ketiga program tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap pelaksanaan GERMAS SAPA, yang merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
“Intervensi keamanan pangan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Dengan memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman dan bermutu, kita turut membangun kualitas kesehatan generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Suryani.
Pertemuan teknis tersebut juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung implementasi program keamanan pangan di seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Melalui evaluasi bersama, setiap instansi didorong untuk terus meningkatkan kolaborasi agar target pembangunan kesehatan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.
Melalui capaian tersebut, BBPOM Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan, pengawasan, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang keamanan pangan. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan budaya keamanan pangan semakin mengakar di tengah masyarakat sehingga mampu melahirkan generasi Aceh yang sehat, unggul, bebas stunting, dan siap mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.











Discussion about this post