KOTA JANTHO – Sebanyak 34 tim dari TP PKK kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), dan BKMT Aceh Besar memeriahkan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam rangka memperingati Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi kuliner tradisional, tetapi juga upaya menjaga warisan budaya Aceh agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Sejak pagi, peserta tampak antusias menyiapkan bahan dan mengolah Bubur Asyura serta Teut Apam, dua kuliner khas yang memiliki nilai sejarah dan budaya kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh. Selain dinilai oleh dewan juri, hasil masakan peserta juga dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan semangat berbagi yang identik dengan peringatan Hari Asyura.
Salah seorang peserta, Suryanti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk memperkenalkan kembali tradisi Bubur Asyura dan Teut Apam kepada generasi muda. Menurutnya, pelestarian budaya lokal perlu terus dilakukan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat memperkenalkan kembali tradisi Bubur Asyura dan Teut Apam kepada generasi muda. Tradisi ini merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar Ketua TP PKK Kecamatan Peukan Bada itu.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun dengan partisipasi yang semakin luas sehingga tradisi yang menjadi identitas masyarakat Aceh tetap terjaga dan semakin dikenal oleh generasi penerus.












Discussion about this post