PT Bank Syariah Indonesia (BSI) semakin serius memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem haji dan umrah Indonesia dengan mematangkan persiapan operasional Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) di Arab Saudi. Langkah ini menjadi strategi besar BSI untuk memperluas jejak global sekaligus menguasai layanan keuangan syariah yang terhubung langsung dari Indonesia hingga Tanah Suci.
Ekspansi tersebut mendapat dorongan penting setelah BSI mengantongi initial approval dari Bank Sentral Arab Saudi (SAMA) untuk membuka kantor cabang di negara tersebut. Kehadiran BSI di Arab Saudi dinilai strategis karena akan mendekatkan layanan perbankan syariah kepada jutaan jamaah Indonesia yang setiap tahun menjalankan ibadah haji dan umrah.
Potensi pasar yang dibidik BSI terbilang sangat besar. Dari rata-rata 203 ribu jamaah haji Indonesia yang berangkat setiap tahun, sekitar 170 ribu orang atau 83 persen merupakan nasabah BSI. Sementara pada segmen umrah, data Siskopatuh tahun 2025 mencatat sebanyak 1,6 juta warga Indonesia melaksanakan ibadah umrah dan sekitar 84 persen di antaranya menggunakan layanan BSI.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan Arab Saudi merupakan pusat ekosistem haji dan umrah dunia yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan bisnis perseroan. Menurutnya, kehadiran BSI di negara tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang terintegrasi bagi masyarakat Indonesia.
“Arab Saudi merupakan pusat ekosistem haji dan umrah dunia serta memiliki arti strategis bagi BSI. Kehadiran kami di sana merupakan wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia lebih dekat dengan menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah secara end-to-end,” ujar Wisnu.
Ia menjelaskan, persiapan operasional yang dilakukan saat ini tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur dan pemenuhan regulasi, tetapi juga peningkatan kualitas layanan agar mampu memberikan pengalaman transaksi yang aman dan nyaman bagi jamaah.
Sebagai bagian dari penguatan layanan selama musim haji 2026, BSI juga mempererat kolaborasi dengan BPKH Limited melalui penyediaan booth layanan di sejumlah titik strategis di Makkah dan Jeddah. Kehadiran booth tersebut dimaksudkan untuk memberikan edukasi, informasi, dan pendampingan kepada jamaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Tak hanya itu, BSI turut meluncurkan program “Peduli Lansia” dengan menyediakan stiker khusus bagi jamaah lanjut usia. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih inklusif sekaligus mendukung kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah.
Melalui pembukaan cabang di Arab Saudi, BSI tidak hanya memperluas jaringan internasionalnya, tetapi juga memperkuat fondasi ekosistem keuangan syariah yang menghubungkan Indonesia dengan pusat ibadah umat Islam dunia. Langkah ini sekaligus mempertegas ambisi BSI untuk menjadi pemain penting dalam pengembangan ekonomi syariah global.













Discussion about this post