BANDA ACEH – Aceh akan menjadi wajah utama ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Bank Indonesia (BI) memastikan seluruh nuansa kegiatan nasional tersebut akan mengangkat identitas Aceh, mulai dari desain booth, busana panitia hingga pagelaran wastra khas Tanah Rencong.
Langkah itu mendapat apresiasi dari Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, yang menilai KKI 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk unggulan Aceh kepada masyarakat Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Marlina saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Agus Chusaini, di Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (15/6/2026).
“Kami tentu sangat mengapresiasi inisiasi Bank Indonesia yang akan mengusung tema Aceh pada KKI 2026. Ini menjadi sarana promosi yang sangat baik agar Aceh, produk UMKM Aceh, kuliner Aceh, dan wastra Aceh semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia,” kata Marlina.
Menurutnya, kehadiran Aceh sebagai tema utama KKI 2026 menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang masih berupaya bangkit setelah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025 lalu.
Ia optimistis ajang nasional tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus membangkitkan semangat para pelaku UMKM dan perajin lokal.
Sementara itu, Agus Chusaini menjelaskan bahwa Karya Kreatif Indonesia merupakan agenda tahunan Bank Indonesia yang menjadi etalase produk unggulan UMKM dari seluruh daerah di Indonesia.
Tahun ini, kata Agus, penyelenggaraan KKI di Jakarta akan tampil lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 hanya menggunakan satu hall pameran, maka pada 2026 panitia menyiapkan dua hall untuk menampung lebih banyak peserta UMKM dari berbagai provinsi.
“Karena tahun ini mengusung tema Aceh, maka booth Aceh akan tampil lebih besar dan mencolok. Tidak hanya booth, panitia juga akan mengenakan pakaian bernuansa Aceh dan keseluruhan tampilan kegiatan akan menghadirkan identitas Aceh,” ujarnya.
KKI 2026 yang akan berlangsung di Jakarta International Convention Center juga dijadwalkan dihadiri Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Ananda.
Sebagai bagian dari penguatan tema Aceh, panitia juga menyiapkan peragaan busana yang menampilkan sekitar 40 wastra khas Aceh, baik songket maupun tenun, pada hari pertama kegiatan.
Agus mengatakan pemilihan Aceh sebagai tema utama KKI 2026 merupakan bentuk dukungan dan penyemangat bagi masyarakat Aceh pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada penghujung November 2025.
“Semua akan benar-benar menampilkan Aceh. Karena itu kami sangat mengharapkan kehadiran Ibu Ketua Dekranasda bersama Bapak Gubernur pada pembukaan kegiatan tanggal 20 Agustus mendatang,” kata Agus.
Dengan mengusung identitas Aceh secara penuh dalam ajang nasional tersebut, KKI 2026 diharapkan menjadi panggung promosi terbesar bagi UMKM, produk kreatif, kuliner, dan wastra Aceh untuk menembus pasar yang lebih luas di tingkat nasional.












Discussion about this post