Mediananggroe.com — Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, menegaskan pentingnya peran jurnalis dalam menjaga optimisme publik dan stabilitas ekonomi daerah. Hal itu disampaikan dalam Forum Komunikasi Mitra Jurnalis 2025 yang digelar BI Aceh di Kota Sabang 4 – 5 November 2025, diikuti 43 jurnalis dari berbagai media.
Dalam sambutannya, Hertha Bastiawan menyebut insan pers merupakan mitra strategis BI dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat dan mencegah disinformasi. “Persepsi masyarakat yang optimis terhadap perekonomian dan kebijakan pemerintah sangat bergantung pada narasi media yang jernih dan berimbang,” ujarnya, 4 November 2025.
Hertha juga memaparkan bahwa perekonomian Aceh pada Triwulan II 2025 tumbuh positif 4,82 persen (yoy), terutama didorong oleh sektor pertanian dan perdagangan. Namun, inflasi gabungan lima kota IHK di Aceh pada Oktober 2025 tercatat 4,46 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional akibat kenaikan harga cabai merah dan emas perhiasan. Untuk itu, ia menekankan pentingnya sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui strategi 4K — ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Selain itu, BI mencatat perkembangan positif pada ekonomi digital. Hingga September 2025, pengguna QRIS di Aceh mencapai 698.113 orang dengan 230.036 merchant, dan total transaksi mencapai Rp1,98 triliun. “Angka ini menunjukkan adaptasi cepat masyarakat terhadap ekonomi digital yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (Cemumuah),” ujar Hertha. Ia berharap, melalui forum ini, jurnalis dapat memperkuat perannya sebagai agen edukasi publik dalam membangun optimisme dan mendukung kesejahteraan ekonomi Aceh













Discussion about this post