MediaNanggroe.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) hadir sebagai narasumber dalam program Edukasi Skincare untuk Keluarga yang disiarkan langsung melalui Radio dan akun Youtube Serambi FM, bekerja sama dengan Lembaga Sahabat Wanita dan Anak. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan dan keluarga, tentang cara memilih kosmetik yang aman di tengah gencarnya promosi produk kecantikan di berbagai media, 7 September 2025.
Dalam siaran tersebut, Ketua Tim Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) BPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, memberikan penjelasan mengenai pentingnya sikap cerdas dan hati-hati dalam menggunakan produk perawatan kulit. Ia menekankan bahwa masyarakat harus melakukan Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa (Cek KLIK) sebelum memutuskan membeli maupun memakai produk kosmetik.
“Cek KLIK merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk memastikan keamanan kosmetik yang kita gunakan. Jangan mudah tergiur dengan promosi atau iklan berlebihan yang seringkali menyesatkan. Keamanan kulit dan kesehatan harus menjadi prioritas utama,” jelas Desi.
Lebih lanjut, ia juga memperkenalkan Aplikasi BPOM Mobile sebagai sarana praktis untuk mengecek legalitas produk kosmetik. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa dengan mudah mengetahui apakah suatu produk sudah memiliki izin edar resmi dari BPOM atau tidak. Dengan demikian, konsumen dapat terhindar dari risiko menggunakan produk ilegal yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Tak hanya itu, Desi juga mengingatkan masyarakat agar segera menghentikan pemakaian kosmetik apabila timbul gejala seperti alergi, iritasi, atau reaksi merugikan lainnya. “Jika terjadi keluhan, jangan ragu untuk melaporkan ke BPOM Aceh. Laporan masyarakat akan sangat membantu kami dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.
Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan positif dari pendengar Radio Serambi FM. Selain memperoleh tips memilih skincare yang aman, masyarakat juga diajak untuk lebih kritis terhadap maraknya penjualan produk kosmetik secara daring yang kerap tidak jelas asal-usulnya.
Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, BPOM Aceh berharap masyarakat, terutama perempuan dan keluarga, semakin berdaya dalam melindungi diri dari bahaya kosmetik berisiko. Edukasi semacam ini akan terus digalakkan agar kesadaran publik semakin meningkat, sehingga penggunaan kosmetik tidak hanya mendukung kecantikan tetapi juga menjamin keamanan dan kesehatan.













Discussion about this post