• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Rabu, 7 Oktober 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BI dan Pemerintah Aceh Perkuat Sinergi TPID-TP2DD, Optimistis Inflasi Terkendali dan Digitalisasi Kian Cepat

lasdianto by lasdianto
8 Juli 2026
in Ekonomi
BI dan Pemerintah Aceh Perkuat Sinergi TPID-TP2DD, Optimistis Inflasi Terkendali dan Digitalisasi Kian Cepat

High Level Meeting TPID dan TP2DD se-Aceh di Kota Langsa memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi keuangan daerah.

LANGSA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bersama Pemerintah Aceh memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mempercepat digitalisasi keuangan daerah melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Aceh yang digelar di Kota Langsa, Senin (6/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah pengendalian inflasi pangan, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan inflasi Aceh pada Juni 2026 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat sebesar 0,56 persen (month to month/mtm) atau 5,84 persen (year on year/yoy). Tekanan inflasi terutama dipengaruhi penyesuaian harga bensin nonsubsidi, masuknya musim tanam cabai merah dan padi, serta anomali cuaca yang sempat menghambat panen bawang merah dan aktivitas nelayan.

Secara wilayah, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 7,25 persen (yoy), sedangkan Kabupaten Aceh Barat menjadi daerah dengan inflasi tahunan terendah sebesar 3,89 persen (yoy) seiring terjadinya deflasi pada bulan tersebut.

BacaJuga :

Inflasi Aceh Tembus 5,03 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

Inflasi Aceh Tembus 5,03 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

5 Oktober 2026
Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

5 Oktober 2026

Meski demikian, Bank Indonesia optimistis tekanan inflasi dapat dikendalikan melalui penguatan koordinasi antarwilayah. Untuk itu, BI mendorong lima langkah strategis, yakni menjaga inflasi sesuai sasaran nasional 2,5±1 persen, melaksanakan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) atau operasi pasar secara tepat waktu dan tepat sasaran, memperkuat pasokan pangan melalui gerakan menanam berbasis komunitas, memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dan subsidi ongkos angkut, memastikan keberadaan distributor atau off-taker di setiap wilayah, serta meningkatkan kualitas data neraca pangan daerah.

Selain pengendalian inflasi, HLM juga menyoroti percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Berdasarkan hasil evaluasi Championship TP2DD 2025, sebanyak sembilan TP2DD di Aceh mengalami kenaikan peringkat, sementara sebelas TP2DD mencatat peningkatan skor dibandingkan periode sebelumnya.

Capaian tersebut diperkuat dengan hasil Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester II Tahun 2025 yang menunjukkan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Aceh telah berada pada kategori Digital dengan nilai indeks di atas 80 persen dalam implementasi kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Sejumlah inovasi digital juga terus dikembangkan di Aceh, di antaranya penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), digitalisasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui aplikasi Seudati yang terintegrasi dengan e-Samsat, serta pengembangan aplikasi Syedara untuk mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih terintegrasi.

Gubernur Aceh yang diwakili Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan digitalisasi keuangan merupakan dua agenda penting yang saling melengkapi dalam mempercepat pemulihan ekonomi Aceh pascabencana.

Ia meminta seluruh TPID kabupaten/kota bersikap lebih preventif melalui perencanaan produksi, menjaga kelancaran distribusi, memperkuat cadangan pangan, serta mempercepat implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh UMKM, petani, dan nelayan.

Dalam kesempatan tersebut, para kepala daerah se-Aceh juga menandatangani tujuh komitmen bersama yang mencakup penguatan strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, peningkatan ketahanan pangan, optimalisasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), percepatan implementasi ETPD, penguatan UMKM melalui digitalisasi keuangan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala, serta komitmen menjalankan seluruh program secara konsisten dan kolaboratif demi mewujudkan Aceh yang maju, Islami, bermartabat, dan sejahtera.

Bank Indonesia Aceh menyatakan optimistis sinergi bersama Pemerintah Aceh, BPS, Kementerian Keuangan, perbankan, Perum BULOG, KADIN, dan seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat stabilitas harga sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem digital keuangan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, BI berharap Aceh mampu meningkatkan prestasi pada ajang TPID Award maupun Championship TP2DD tingkat nasional sekaligus memperkokoh fondasi pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Previous Post

BBPOM Aceh Gandeng Pemko Sabang, UMKM Lokal Didorong Naik Kelas

Next Post

BI Aceh Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir Pidie Jaya, Jadi Model Pemulihan Ekonomi Petani

Berita Lainnya

Inflasi Aceh Tembus 5,03 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

Inflasi Aceh Tembus 5,03 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

5 Oktober 2026

Banda Aceh – Inflasi Provinsi Aceh pada September 2026 tercatat 5,03 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan inflasi bulanan...

Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

5 Oktober 2026

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus melaju kencang dengan fundamental yang semakin solid. Memasuki kuartal III 2026, BSI...

BBPOM Aceh Dorong Produk UMKM Aceh Tembus Pasar Internasional melalui Program Eksport F&B Malaysia ke Indonesia 2026

BBPOM Aceh Dorong Produk UMKM Aceh Tembus Pasar Internasional melalui Program Eksport F&B Malaysia ke Indonesia 2026

1 Oktober 2026

Kuala Lumpur, Malaysia - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) turut mengambil bagian dalam Program...

Load More
Next Post
BI Aceh Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir Pidie Jaya, Jadi Model Pemulihan Ekonomi Petani

BI Aceh Panen Perdana Bawang Merah di Lahan Pascabanjir Pidie Jaya, Jadi Model Pemulihan Ekonomi Petani

Discussion about this post

BERITA TERKINI

BBPOM Aceh Perkuat Kolaborasi Dukung UMKM Tingkatkan Daya Saing Produk

BBPOM Aceh Perkuat Kolaborasi Dukung UMKM Tingkatkan Daya Saing Produk

7 Oktober 2026
Sinergi Pengawasan Pangan Diperkuat, BBPOM Aceh dan BPPMHKP Aceh Tandatangani PKS

Sinergi Pengawasan Pangan Diperkuat, BBPOM Aceh dan BPPMHKP Aceh Tandatangani PKS

7 Oktober 2026
Berbelit-belit Saat Diperiksa, Oknum Dosen Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Ditahan

Berbelit-belit Saat Diperiksa, Oknum Dosen Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Ditahan

7 Oktober 2026
Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif hingga Kuartal III 2026

Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif hingga Kuartal III 2026

6 Oktober 2026
Nasir Nurdin Kembali Maju, Tegaskan Tak Boleh Ada Celah Kecurangan di Konferprov PWI Aceh

Nasir Nurdin Kembali Maju, Tegaskan Tak Boleh Ada Celah Kecurangan di Konferprov PWI Aceh

5 Oktober 2026
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbelit-belit Saat Diperiksa, Oknum Dosen Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Ditahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In