MediaNanggroe.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BPOM Aceh) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan. Pada Sabtu (22/11/2025), BPOM Aceh hadir sebagai narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penjamah Makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang merupakan bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan Badan Gizi Nasional (BGN) di berbagai daerah.
Kegiatan berlangsung selama dua hari dan diselenggarakan di dua lokasi, yakni The Pade Hotel (Aceh Besar) serta Hotel Hermes Palace (Banda Aceh). Total 1.850 penjamah makanan dari 27 SPPG yang tersebar di Kabupaten Pidie, Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Kota Banda Aceh mengikuti pelatihan ini. Para peserta berasal dari berbagai SPPG yang menjadi garda terdepan dalam penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak sekolah.
Dalam kegiatan ini, kehadiran BPOM Aceh memperkuat aspek pengawasan keamanan pangan melalui sejumlah materi teknis yang sangat relevan dengan tugas penjamah makanan. Pada sesi inti, narasumber dari BPOM Aceh Wina Astari Putri dan Ahli Maulida yang menyampaikan materi mengenai keamanan pangan, cemaran pada pangan, standar higienitas, serta praktik terbaik dalam pengolahan makanan yang aman dan bermutu.
Wina menegaskan pentingnya konsistensi dalam penerapan standar keamanan pangan.
“Setiap petugas penjamah makanan memiliki peran strategis dalam memastikan pangan yang disajikan aman dan berkualitas. Penerapan standar keamanan pangan harus menjadi budaya kerja agar risiko cemaran dapat dicegah sejak awal,” jelasnya.
Ahri turut menambahkan bahwa pemahaman terhadap potensi cemaran kimia, biologi, maupun fisik adalah kunci dalam upaya mewujudkan tujuan BGN.
“Tema BGN Road to Zero menekankan upaya maksimal untuk menekan risiko cemaran pangan. Pengetahuan ini wajib dipahami agar layanan gizi yang diberikan benar-benar aman bagi anak-anak,” ujarnya.
Antusiasme tinggi terlihat dari peserta yang aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman selama sesi tanya jawab. Para penjamah makanan mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat membantu dalam memperbaiki SOP pengolahan pangan di SPPG masing-masing.
Melalui pelaksanaan bimtek ini, BPOM Aceh berharap peningkatan kapasitas petugas penjamah makanan dapat memperkuat kualitas layanan SPPG di seluruh Aceh.
“Para petugas SPPG adalah ujung tombak di lapangan. Dengan peningkatan kompetensi ini, kami berharap standar keamanan pangan dapat diterapkan secara menyeluruh sehingga Program MBG memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” demikian pesan BPOM Aceh.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, BPOM Aceh dan BGN menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat pengawasan dan edukasi guna mewujudkan pangan aman, bergizi, dan bermutu bagi seluruh masyarakat Aceh, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa.











Discussion about this post