MediaNanggroe.com – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menegaskan larangan keras bagi seluruh pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga kebutuhan pokok selama kondisi darurat bencana yang tengah melanda sejumlah wilayah di Aceh. Penegasan ini disampaikan menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi lonjakan harga sembako akibat meningkatnya kebutuhan di masa tanggap darurat.
Peringatan tersebut disampaikan Mualem melalui sebuah video berdurasi 28 detik yang diunggah oleh akun TikTok @gr_gaderidwan pada 4 Desember 2025. Dalam video itu, Gubernur Aceh menyampaikan imbauan secara langsung dengan nada tegas agar pedagang serta jaringan ritel modern tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mencari keuntungan di luar batas kewajaran.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Gubernur Aceh, menghimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga sembako di tengah kondisi bencana ini. Kalau anda tidak indahkan pengumuman ini nanti saya ambil tindakan hukum,” ujar Mualem dalam video tersebut. Peringatan ini dianggap sebagai respons cepat pemerintah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Mualem secara spesifik menyebutkan dua jaringan minimarket nasional, yakni Indomaret dan Alfamart, agar mematuhi aturan tersebut. Ia menegaskan bahwa apabila imbauan ini tidak dipatuhi, Pemerintah Aceh tidak akan ragu untuk menjatuhkan sanksi tegas. “Saya harapkan kepada Indomaret dan Alfamart, kalau tidak diindahkan pengumuman ini nanti saya cabut izin kamu semua. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tegasnya.
Pemerintah Aceh memastikan akan memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di seluruh kabupaten/kota dan membuka jalur pengaduan bagi masyarakat jika menemukan praktik penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan sembako bagi warga Aceh yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.










Discussion about this post