MediaNanggroe.com, Banda Aceh – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar pameran sejarah islam dan diskusi dengan tema islam dalam adat dan budaya Aceh secara virtual, pameran tersebut berlangsung selama empat hari dari tanggal 16 sampai 19 Juni di Museum Aceh, Rabu (16/6/2021).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin saat membuka acara ini mengatakan pameran sejarah islam ini menjadi ajang untuk mengkaji ulang kebiasan baik yang dilakukan para pendahulu sebelumnya.
Menurutnya, sejak dulu kehidupan berbudaya kehidupan bangsa Aceh dikenal sangat regilius dan adat istiadat yang identik dengan islam.
“Hal ini tentunya tidak dapat dipisahkan, harmonisasi antara adat dan islam ini berkembang dalam aspek kehidupan masyarakat Aceh,” katanya.
Ia menyebutkan seperti pepatah Aceh, “adat meuhukom lage zat ngon sifeut” artinya adalah adat dan hukum adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, kalimat ini menjadi bukti budaya Aceh dengan islam sangatlah erat.
Ia berharap melalui diskusi dan pameran ini dapat membuka wawasan dan menggali budaya-budaya sejarah Aceh, semoga kelak generasi yang akan datang tidak kehilangan jejak baik para leluhur dahulu.
“Ini juga sesuai dengan selogan museum Aceh yaitu “kenali sejarah agar tak salah melangkah,” ucapnya











Discussion about this post