MediaNanggroe.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pertanian menggelontorkan anggaran lebih dari Rp8,28 miliar untuk mendukung sektor pertanian pada tahun anggaran 2026. Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program pengadaan sarana produksi pertanian, bantuan bibit, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan jalan produksi, hingga program bajak sawah gratis.
Berdasarkan data yang diperoleh Mediananggroe.com, sebagian besar bantuan disalurkan melalui metode pengadaan langsung oleh Dinas Pertanian Aceh Selatan kepada puluhan kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan.
Nilai bantuan pengadaan langsung itu mencapai sekitar Rp5,91 miliar, mencakup pengadaan cultivator, hand sprayer elektrik, hand traktor, mesin perontok padi, bibit jagung, pupuk padi, bibit dan kecambah kelapa sawit, bibit kelapa dalam, bibit kopi robusta, pengembangan cabai merah, hingga pembangunan dan peningkatan jalan produksi atau jalan usaha tani.
Sejumlah kelompok tani yang menerima bantuan antara lain Kelompok Tani Giat Usaha Tani di Kecamatan Pasie Raja, Kelompok Tani Glumpang di Samadua, Kelompok Tani Beringin Jaya di Kluet Timur, Kelompok Tani Payo Lisung Maju, Kelompok Tani Rawa Kuba, Kelompok Tani Sepakat, Kelompok Tani Timur Maju, Kelompok Tani Bina Sejahtera, Kelompok Tani Ulee Glee, Kelompok Tani Simpang Raja, hingga berbagai kelompok tani lainnya yang tersebar di wilayah Bakongan, Kota Bahagia, Tapaktuan, Trumon, Labuhanhaji, dan Kluet Raya.
Salah satu bantuan terbesar dalam sektor perkebunan adalah pengadaan bibit kopi robusta untuk Kelompok Tani Makmur Lestari dan Kelompok Tani Melati di Kecamatan Samadua dengan nilai mencapai Rp253,32 juta. Selain itu, pengadaan bibit kelapa dalam bagi kelompok tani di Kecamatan Trumon mencapai Rp210 juta, sementara pengadaan bibit dan kecambah kelapa sawit di sejumlah kecamatan juga memperoleh alokasi ratusan juta rupiah.
Tidak hanya bantuan sarana produksi, Dinas Pertanian Aceh Selatan juga mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan dan peningkatan jalan produksi guna mempermudah akses petani menuju lahan pertanian dan perkebunan.
Beberapa proyek jalan produksi yang mendapat alokasi signifikan di antaranya peningkatan jalan produksi Kelompok Tani Aneuk Nanggroe di Kecamatan Trumon Timur senilai Rp230 juta, peningkatan jalan produksi Kelompok Tani Tuah Meutani di Kecamatan Labuhanhaji Barat sebesar Rp230 juta, serta sejumlah proyek jalan produksi lainnya di Kecamatan Samadua, Kota Bahagia, Tapaktuan, Kluet Tengah, dan Kluet Timur.
Selain pengadaan langsung, Dinas Pertanian Aceh Selatan juga menjalankan program swakelola bajak sawah gratis di tiga kecamatan dengan total anggaran mencapai Rp2,37 miliar.
Program tersebut meliputi:
- Kecamatan Labuhanhaji Barat dengan anggaran Rp1,13 miliar untuk lahan seluas 400 hektare.
- Kecamatan Labuhanhaji sebesar Rp565 juta untuk 200 hektare.
- Kecamatan Kota Bahagia sebesar Rp678 juta untuk 240 hektare.
Dengan demikian, total anggaran yang digelontorkan melalui pengadaan langsung dan swakelola mencapai sekitar Rp8,28 miliar.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat sektor perkebunan rakyat, memperlancar distribusi hasil panen melalui pembangunan jalan usaha tani, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di berbagai wilayah Aceh Selatan.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa fokus bantuan tidak hanya pada peningkatan produksi tanaman pangan, tetapi juga pengembangan komoditas unggulan seperti kopi robusta, kelapa sawit, kelapa dalam, serta penguatan infrastruktur pertanian yang menjadi kebutuhan utama kelompok tani di daerah.










Discussion about this post