• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Selasa, 18 Agustus 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh

BPK Ungkap Sejumlah Catatan dalam Belanja Jasa Pemerintah Aceh Tahun 2025

lasdianto by lasdianto
1 Juli 2026
in Aceh
BPK Ungkap Sejumlah Catatan dalam Belanja Jasa Pemerintah Aceh Tahun 2025

Foto Ilustrasi AI

BANDA ACEH – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan Belanja Jasa Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2025. Temuan tersebut mencakup pengeluaran untuk papan bunga dan ucapan di media online, pembayaran jasa publikasi yang tidak terukur, kelebihan pembayaran tagihan listrik, hingga pelaksanaan rapat di hotel yang dinilai tidak efisien.

Temuan itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan terhadap Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Nomor 18.B/T/LHP/DJPKN-V.BAC/PPD.01/06/2026 tanggal 19 Juni 2026.

Dalam laporan tersebut, BPK mengungkap realisasi Belanja Jasa Pemerintah Aceh sepanjang 2025 mencapai Rp1,53 triliun atau 97,44 persen dari anggaran sebesar Rp1,58 triliun. Dari hasil uji petik terhadap sejumlah SKPA, auditor menemukan berbagai pengeluaran yang tidak sesuai ketentuan dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

Salah satu sorotan utama BPK adalah penggunaan anggaran sebesar Rp494,42 juta untuk sewa papan bunga dan pemberian ucapan melalui media online yang dilakukan oleh 12 SKPA. Pengeluaran tersebut digunakan untuk ucapan hari besar, pelantikan pejabat, hingga ucapan belasungkawa.

BacaJuga :

Personel Polres Simeulue Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut pada Hari Kemerdekaan

Personel Polres Simeulue Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut pada Hari Kemerdekaan

17 Agustus 2026
HUT Ke-81 RI, Polairud Polda Aceh Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut Krueng Raya

HUT Ke-81 RI, Polairud Polda Aceh Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut Krueng Raya

17 Agustus 2026

Menurut BPK, belanja tersebut tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan bertentangan dengan Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 13 Tahun 2014 yang mengimbau penyelenggara negara untuk tidak memberikan karangan bunga kepada atasan maupun pejabat pemerintah.

“Pengadaan sewa papan bunga serta pemberian ucapan pada media online belum sesuai asas kepatutan dan tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tulis BPK dalam laporannya.

Selain itu, auditor menemukan pembayaran Belanja Jasa Penyelenggaraan Acara yang tidak sesuai Standar Harga Satuan (SHS) pada Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Dinas Koperasi dan UKM Aceh, serta Dinas Pendidikan Aceh dengan nilai mencapai Rp23,01 juta.

BPK juga menyoroti pengelolaan belanja publikasi media online yang dinilai tidak memiliki standar tarif yang jelas. Dalam pemeriksaan ditemukan tarif publikasi dengan jenis pekerjaan yang sama dibayar mulai Rp700 ribu hingga Rp5 juta per tayang.

Kondisi itu menunjukkan Pemerintah Aceh belum memiliki standar biaya publikasi media online yang terukur dan didukung analisis tarif yang memadai. Bahkan, survei tarif media terakhir disebut dilakukan sebelum tahun 2022.

Tak hanya itu, BPK menemukan kelebihan pembayaran pada pekerjaan pembuatan konten, video dan film visual di empat SKPA dengan total mencapai Rp314,2 juta. Setelah sebagian dikembalikan ke kas daerah sebesar Rp45,24 juta, masih terdapat sisa kelebihan pembayaran Rp268,95 juta.

Nilai terbesar ditemukan pada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) sebesar Rp235,26 juta. Sisanya tersebar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Temuan lain yang cukup mencolok adalah pembayaran tagihan listrik yang tidak sesuai kondisi sebenarnya pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh.

Hasil konfirmasi kepada PLN menunjukkan adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp134,31 juta. Dari jumlah tersebut, Rp114,31 juta telah disetor kembali ke kas daerah, namun masih tersisa Rp20 juta yang harus dipulihkan oleh Dinas PUPR Aceh.

BPK juga menemukan kelebihan pembayaran sewa gedung dan paket meeting pada delapan SKPA sebesar Rp184,76 juta karena tarif yang dibayarkan melebihi Standar Harga Satuan yang ditetapkan Pemerintah Aceh.

SKPA yang tercatat memiliki kelebihan pembayaran antara lain Bappeda Aceh, Dinas Kesehatan Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Dinas Perkim Aceh, Dinas Sosial Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, DKP Aceh, serta Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh.

Lebih jauh, auditor menyoroti kegiatan rapat penyusunan Road Map yang dilaksanakan oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA) di sebuah hotel di Banda Aceh dengan biaya Rp17,6 juta untuk 16 peserta.

BPK menilai kegiatan tersebut tidak memenuhi prinsip efisiensi karena Pemerintah Aceh sebenarnya memiliki ruang rapat yang memadai dan mudah dijangkau. Seluruh peserta juga berasal dari Banda Aceh sehingga tidak membutuhkan fasilitas hotel maupun penginapan.

Akibat berbagai permasalahan tersebut, BPK menyimpulkan adanya pemborosan dan beban keuangan daerah sebesar Rp535,04 juta yang berasal dari pembayaran papan bunga, ucapan media online, belanja penyelenggaraan acara yang tidak sesuai SHS, serta rapat di luar kantor yang tidak efisien.

Selain itu, terdapat kelebihan pembayaran yang masih harus dipulihkan ke kas daerah sebesar Rp473,72 juta dan lebih saji saldo Belanja Barang dan Jasa pada Laporan Realisasi Anggaran (LRA) sebesar Rp633,28 juta.

BPK menyatakan kondisi tersebut terjadi karena lemahnya pengendalian dan verifikasi oleh Kepala SKPA, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Auditor juga menilai Pemerintah Aceh belum memiliki standar harga publikasi media online yang terukur sehingga membuka ruang terjadinya ketidakwajaran pembayaran.

Atas temuan tersebut, BPK merekomendasikan Gubernur Aceh untuk menyusun Standar Harga Satuan (SHS) khusus belanja media online, memperkuat pengendalian dan verifikasi pembayaran, serta menagih dan menyetorkan kembali kelebihan pembayaran sebesar Rp473,72 juta ke kas daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

Previous Post

BBPOM Aceh Bentuk Garda Desa, Warga Diajak Waspada Pangan Berbahaya

Next Post

BPK Temukan Dana Beasiswa Aceh Carong Mengalir ke Mahasiswa Non Aktif

Berita Lainnya

Personel Polres Simeulue Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut pada Hari Kemerdekaan

Personel Polres Simeulue Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut pada Hari Kemerdekaan

17 Agustus 2026

Simeulue — Personel Polres Simeulue bersama personel Pos SAR dan LSM Ecosistem Impact mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut...

HUT Ke-81 RI, Polairud Polda Aceh Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut Krueng Raya

HUT Ke-81 RI, Polairud Polda Aceh Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut Krueng Raya

17 Agustus 2026

Banda Aceh — Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, personel Ditpolairud Polda Aceh bersama Brimob, Ocean Diving Club...

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter, Titipkan Semangat Bangkit untuk Aceh Tamiang

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter, Titipkan Semangat Bangkit untuk Aceh Tamiang

17 Agustus 2026

Aceh Tamiang, 17 Agustus 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) turut mengambil peran dalam program Relawan Bakti...

Load More
Next Post
BPK Temukan Dana Beasiswa Aceh Carong Mengalir ke Mahasiswa Non Aktif

BPK Temukan Dana Beasiswa Aceh Carong Mengalir ke Mahasiswa Non Aktif

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Personel Polres Simeulue Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut pada Hari Kemerdekaan

Personel Polres Simeulue Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut pada Hari Kemerdekaan

17 Agustus 2026
HUT Ke-81 RI, Polairud Polda Aceh Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut Krueng Raya

HUT Ke-81 RI, Polairud Polda Aceh Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut Krueng Raya

17 Agustus 2026
BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter, Titipkan Semangat Bangkit untuk Aceh Tamiang

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter, Titipkan Semangat Bangkit untuk Aceh Tamiang

17 Agustus 2026
Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa

15 Agustus 2026
Dukung Program Magang Nasional, Tahun ini Lebih dari 700 Peserta Bergabung di BSI

Dukung Program Magang Nasional, Tahun ini Lebih dari 700 Peserta Bergabung di BSI

15 Agustus 2026
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Sorot Sewa Mobil Dinas Aceh Selatan: Kendaraan Istri Bupati dan “Kantor Jakarta” Ikut Dibayar APBK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Polisi yang Terlibat Peredaran Narkotika di Bireuen Di-PTDH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In