MediaNanggroe.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Demokrat, Nora Idah Nita, turun langsung meninjau wilayah terdampak bencana hidrometeorologi, salah satunya di Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran Nora di lokasi bencana menjadi bentuk kepedulian sekaligus memastikan kondisi masyarakat terdampak tersampaikan sesuai fakta di lapangan.
Di Aceh Tamiang, Nora berjumpa langsung dengan para pengungsi banjir. Ia menyapa warga, mendengarkan keluhan mereka, serta meninjau kondisi tempat pengungsian yang masih mengalami keterbatasan sarana dasar. Dalam kesempatan tersebut, Nora juga menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat di wilayah yang sempat terisolir akibat bencana.
Menurut Nora, kehadiran langsung di lokasi bencana sangat penting agar penanganan tidak hanya berdasarkan laporan administratif.
“Saya ingin melihat sendiri kondisi masyarakat dan mendengar langsung apa yang mereka rasakan. Fakta di lapangan inilah yang harus menjadi rujukan utama,” ujar Nora kepada Media Nanggroe, Sabtu, 13 Desember 2025.
Dari dialog dengan para pengungsi, Nora mencatat sejumlah kebutuhan non-logistik yang sangat mendesak, di antaranya tandon air, genset, alat penyaring air bersih, peralatan dapur umum, MCK portable, serta tenda pelayanan kesehatan lengkap dengan tenaga medis dan obat-obatan serta tenda tempat tinggal.
Ia menilai keterbatasan air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan dapat memperburuk kondisi masyarakat terdampak jika tidak segera ditangani.
“Warga menyampaikan bahwa air bersih, MCK, dan layanan kesehatan menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini,” ujar Nora.
Dengan turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat terdampak, Nora Idah Nita menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi warga agar penanganan bencana benar-benar menjawab kebutuhan mereka di lapangan.
Selain penanganan darurat, Nora juga menekankan pentingnya koordinasi semua pihak untuk bersatu mengawal perbaikan dan pemulihan pasca bencana. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pemulihan berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Pemulihan pasca bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus bersatu, berkoordinasi, dan mengawal proses perbaikan agar masyarakat benar-benar bisa bangkit,” tutup Nora.












Discussion about this post