Aceh Jaya – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh), Riyanto, melakukan kunjungan ke sarana produksi CV. Razie Aceh di Kabupaten Aceh Jaya pada Selasa (9/6/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya BBPOM Aceh dalam mendorong pengembangan produk pangan dan Obat Bahan Alam (OBA) lokal yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Dalam kunjungan tersebut, Riyanto meninjau langsung proses pengolahan berbagai produk berbasis bahan alam lokal yang telah dikembangkan oleh CV. Razie Aceh. Kabupaten Aceh Jaya diketahui memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti daun kelor, jahe, dan manjakani yang telah diolah menjadi berbagai produk pangan dan Obat Bahan Alam yang memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.
Produk-produk lokal hasil pengembangan pelaku usaha di Aceh Jaya tersebut kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Aceh, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, sejumlah produk telah menarik minat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Aceh sebagai oleh-oleh khas daerah yang bernilai kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Riyanto mengapresiasi komitmen pelaku usaha yang terus berinovasi mengembangkan produk berbasis kearifan lokal dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan mutu produk.
“Aceh memiliki kekayaan alam yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk pangan dan Obat Bahan Alam yang bernilai tinggi. Kami mendorong pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas, keamanan, dan konsistensi produk sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen serta menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Riyanto.
Ia juga menegaskan bahwa legalitas dan penerapan standar mutu menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
“Produk yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan regulasi akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang. BBPOM Aceh siap memberikan pendampingan dan pembinaan agar pelaku usaha dapat terus tumbuh dan menghadirkan produk terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri pangan dan Obat Bahan Alam di Aceh, BBPOM Aceh terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga sektor perbankan. Sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem usaha yang mampu mendorong lahirnya produk-produk lokal yang inovatif, aman, dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, BBPOM Aceh berharap potensi bahan alam yang dimiliki Aceh dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain meningkatkan kesehatan masyarakat, pengembangan Obat Bahan Alam juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah serta memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat pengembangan produk herbal dan pangan berbasis sumber daya alam di Indonesia.










Discussion about this post