• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Rabu, 10 Juni 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh Besar

Harga Semen di Medan Lebih Murah dari Aceh, Komisi VII DPR RI Soroti Kejanggalan Pasar PT SBA

redaksi by redaksi
26 Oktober 2025
in Aceh Besar
Harga Semen di Medan Lebih Murah dari Aceh, Komisi VII DPR RI Soroti Kejanggalan Pasar PT SBA

BacaJuga :

WTP ke-14 Diraih, BPK Soroti Pengendalian Keuangan Aceh Besar

WTP ke-14 Diraih, BPK Soroti Pengendalian Keuangan Aceh Besar

4 Juni 2026
Pernah Dinonaktifkan dari Jabatan Sekda, Sulaimi Kini Dilantik Jadi Kadis Koperasi Aceh Besar

Pernah Dinonaktifkan dari Jabatan Sekda, Sulaimi Kini Dilantik Jadi Kadis Koperasi Aceh Besar

2 Juni 2026
MediaNanggroe.com – Fenomena janggal terungkap dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga, Aceh Besar, Jumat (24/10/2025). Ketua Komisi VII, Dr. Saleh Partaonan Daulay M.Ag, M.Hum, M.A, menyoroti perbedaan harga semen Andalas yang justru lebih murah di Medan (Sumatera Utara) dibandingkan di Aceh, tempat semen itu diproduksi.

 

“Semen yang dikirim ke Medan dan kembali lagi ke Aceh justru lebih murah harganya. Ini sangat tidak masuk akal. Kenapa bisa lebih murah di luar daerah?” ujar Saleh saat dialog bersama pihak PT SBA.

Komisi VII DPR RI menilai hal tersebut perlu mendapat perhatian serius dari manajemen PT SBA dan kementerian terkait. Mereka menduga lemahnya kontrol distribusi menjadi salah satu penyebab harga semen di pasar tidak stabil dan tidak berpihak kepada masyarakat Aceh sebagai daerah produsen utama bahan baku.

Dari hasil reses itu, Komisi VII DPR RI mencatat sejumlah temuan penting: PT SBA dinilai belum maksimal mengontrol pasar, induk perusahaan diminta menertibkan jalur distribusi, serta diminta lebih transparan dalam penyaluran CSR (Corporate Social Responsibility) bagi masyarakat sekitar pabrik, terutama di Kecamatan Lhoknga dan Leupung.

Selain itu, Komisi VII juga mendesak agar Kementerian Perindustrian menindaklanjuti hasil kunjungan lapangan dan menegaskan kembali pentingnya efisiensi produksi, penertiban penggerukan klinker di pelabuhan, serta optimalisasi mesin produksi yang belum beroperasi.

“Kami minta ini ditindaklanjuti secara serius. Persoalan harga hingga kapasitas produksi harus diperbaiki agar industri semen di Aceh benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” tegas Saleh.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Aceh Besar memiliki sumber daya alam berlimpah untuk mendukung industri semen.

“Aceh Besar ini sangat kaya. Kita punya batu kapur, pozzolan, dan bahkan pasir besi. Semua bahan baku utama semen ada di sini,” ujarnya.

Namun, Syech Muharram menyayangkan kapasitas pabrik semen di Aceh yang masih relatif kecil dibandingkan daerah lain, meskipun semua material tersedia di wilayahnya.
“Di Padang pabriknya besar dan produksinya tinggi, sementara di Aceh bahan bakunya lengkap, tapi pabriknya kecil. Kami juga ingin maju seperti daerah lain,” tegasnya.

Ia juga meminta agar perusahaan memperluas kapasitas produksi dan memperkuat komitmen terhadap masyarakat sekitar sesuai perjanjian awal sejak pabrik berdiri pada 1980-an.

Terkait program CSR, Bupati berharap agar dana tersebut disalurkan langsung ke desa tanpa bergantung pada proposal.
“Kalau menunggu proposal, pembagiannya tidak merata. Ada desa aktif, ada yang tidak. CSR itu harus dirasakan adil oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT SBA diharapkan menjadi titik balik industri semen di Aceh, agar kehadiran perusahaan dapat memberi manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat setempat.

 

Previous Post

Asisten I Sekdakab Aceh Besar Buka Baksos Mahasiswa Kedokteran USK Bertajuk “One Day Service” di Puskesmas Lhoknga

Next Post

Realisasi Anggaran 2025: Banda Aceh Paling Tinggi, Simeulue Terendah di Aceh

Berita Lainnya

WTP ke-14 Diraih, BPK Soroti Pengendalian Keuangan Aceh Besar

WTP ke-14 Diraih, BPK Soroti Pengendalian Keuangan Aceh Besar

4 Juni 2026

MediaNanggroe.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI...

Pernah Dinonaktifkan dari Jabatan Sekda, Sulaimi Kini Dilantik Jadi Kadis Koperasi Aceh Besar

Pernah Dinonaktifkan dari Jabatan Sekda, Sulaimi Kini Dilantik Jadi Kadis Koperasi Aceh Besar

2 Juni 2026

KOTA JANTHO – Drs. Sulaimi, M.Si kembali mendapat kepercayaan menempati jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Mantan Sekretaris...

Pantai Pasir Putih Lamreh Masih Memukau, Namun Pengunjung Mulai Berkurang Akibat Fasilitas Terbengkalai dan Sulit Sinyal

Pantai Pasir Putih Lamreh Masih Memukau, Namun Pengunjung Mulai Berkurang Akibat Fasilitas Terbengkalai dan Sulit Sinyal

1 Juni 2026

Aceh Besar – Keindahan Pantai Pasir Putih di Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya (Krueng Raya), Kabupaten Aceh Besar, masih menjadi...

Load More
Next Post
Realisasi Anggaran 2025: Banda Aceh Paling Tinggi, Simeulue Terendah di Aceh

Realisasi Anggaran 2025: Banda Aceh Paling Tinggi, Simeulue Terendah di Aceh

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK Bertambah Jadi 12 Orang, Polisi Periksa 35 Saksi

Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK Bertambah Jadi 12 Orang, Polisi Periksa 35 Saksi

9 Juni 2026
Melalui Ultimate Service, BSI Hadir Sebagai Role Model Pelayanan Excellent

BSI Raup Laba Rp2,8 Triliun dalam Empat Bulan, Dana Zakat Diproyeksi Tembus Rp72 Miliar

9 Juni 2026
BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Rupiah dan Tarik Investasi Asing

BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Rupiah dan Tarik Investasi Asing

9 Juni 2026
Bea Cukai Banda Aceh Gagalkan Peredaran 356.480 Batang Rokok Ilegal, Modus Jasa Titipan Terbongkar

Bea Cukai Banda Aceh Gagalkan Peredaran 356.480 Batang Rokok Ilegal, Modus Jasa Titipan Terbongkar

9 Juni 2026
BPJS Kesehatan Jelaskan Penyebab Penonaktifan Sebagian Peserta JKN di Aceh

BPJS Kesehatan Jelaskan Penyebab Penonaktifan Sebagian Peserta JKN di Aceh

9 Juni 2026
  • Sekda Langsa Tegaskan Anggaran Setda Sesuai Regulasi dan Berorientasi pada Pemulihan Pascabencana

    Sekda Langsa Tegaskan Anggaran Setda Sesuai Regulasi dan Berorientasi pada Pemulihan Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinas Syariat Islam Aceh Selatan Anggarkan Rp687,7 Juta untuk Pengadaan Baju Kelompok Wirid Yasin dan Zikir Maulid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DP3AKB Aceh Selatan Anggarkan Rp840 Juta untuk Pulsa TPK Lewat Pengadaan Langsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelemahan Rupiah Berdampak pada Mahasiswa Indonesia di Kairo, Daya Beli Menurun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In