MediaNanggroe.com – Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Sedunia (World Nature Conservation Day), Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Syiah Kuala (USK), menyelenggarakan rangkaian kegiatan Seminar Nasional dan Workshop Konservasi, The 2nd International Conference on Biology and Environmental Sciences (ICeBES) ke-2, serta aksi penanaman mangrove yang berlangsung pada 27–29 Juli 2026.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH. Dalam sambutannya, Dr. Rina menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menghasilkan inovasi, penelitian, dan aksi nyata untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan global.
Mengusung semangat “Science for Nature, Collaboration for Sustainability”, rangkaian kegiatan ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah, industri, organisasi internasional, dan pemerhati lingkungan untuk bertukar ilmu pengetahuan, memperkuat jejaring kolaborasi, serta menghasilkan rekomendasi ilmiah bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pada Seminar Nasional dan Workshop Konservasi, peserta memperoleh wawasan dari para narasumber yang berasal dari berbagai institusi, yaitu: Prof. Dr. Muksin, S.Si., M.Si., M.Phil., Ketua Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala. Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M., Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh. Ir. T. Zein Ichwan, PTPN IV Regional Langsa dan Ridha Fazlurahman, M.Si., FKL
Selain seminar nasional, Departemen Biologi FMIPA USK juga menyelenggarakan The 2nd International Conference on Biology and Environmental Sciences (ICeBES 2026) yang menghadirkan pakar dari berbagai negara untuk berbagi perkembangan terbaru dalam bidang biologi, lingkungan, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan. Para pembicara tersebut Adalah Assoc. Prof. Ts. Dr. Muhammad Abdul Latiff Bin Abu Bakar, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia. Marie-Louise (Loes) Schure, Vets4Welfare Foundation, Netherlands.
Amber Desist, Director, Space to Grow, Amerika Serikat. Prof. Drs. Sapto Purnomo Putro, M.Si., Ph.D., Universitas Diponegoro, Indonesia dan Antony J. Lynam, Ph.D., Conservation Solutions Architect, EarthRanger Asia and Oceania.
Ketua Departemen Biologi FMIPA USK, Prof. Dr. Lenni Fitri, S.Si., M.P., menegaskan bahwa konservasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Sebagai implementasi nyata semangat Hari Konservasi Alam Sedunia, rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman mangrove yang melibatkan sivitas akademika USK, pemerintah daerah, mitra industri, organisasi masyarakat, dan komunitas lingkungan.
Penanaman mangrove diharapkan dapat mendukung rehabilitasi kawasan pesisir, mengurangi abrasi, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan kapasitas serapan karbon.
Ketua Panitia, Dr. Dalil Sutekad, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Departemen Biologi FMIPA USK dalam memperingati Hari Konservasi Alam Sedunia melalui pendekatan ilmiah yang dipadukan dengan aksi nyata di lapangan.
Peringatan Hari Konservasi Alam Sedunia tahun 2026 menjadi bukti nyata komitmen Departemen Biologi FMIPA Universitas Syiah Kuala dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan aksi konservasi.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun jejaring kolaborasi yang semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga mampu menghasilkan inovasi dan kebijakan yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan bagi Indonesia.











Discussion about this post