Banda Aceh – Untuk memastikan kelancaran pemberian pelayanan kesehatan kepada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Aceh khususnya di Kota Banda Aceh, Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan melakukan pemantauan kunjungan pengawasan lapangan pelaksanaan Program JKN di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Kedatangan Anggota Dewas BPJS Kesehatan, Sunarto ini disambut langsung Direktur RSUD Zainoel Abidin beserta jajaran pada Selasa (21/7).
Untuk diketahui, Dewan pengawas terdiri dari tujuh orang profesional yang terdiri dari dua unsur pemerintah, dua unsur pekerja, dua unsur pemberi kerja dan satu orang unsur tokoh masyarakat. Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Sunarto menyampaikan bahwa fungsi dewan pengawas adalah melakukan pengawasan atas pelaksanaan tugas BPJS Kesehatan.
“Salah satu tujuan kami melakukan kunjungan lapangan ke Provinsi Aceh adalah dengan mengunjungi rumah sakit milik Pemerintah Aceh ini adalah guna mengetahui lebih dalam atas pelaksanaan pelayanan Kesehatan. BPJS Kesehatan sebagai operator atau pelaksana dari regulasi mengenai Program JKN dan RSUD Zainoel Abidin sebagai mitra dalam program ini sehingga dibutuhkan masukan dari salah satu mitra BPJS Kesehatan salah satunya dari rumah sakit,” ungkap Sunarto yang dijumpat terpisah pada Kamis (23/7).
Sunarto menanggapi usulan dari para manajemen rumah sakit yang berharap jika ada beberapa obat yang tidak ditanggung dalam Program JKN agar kedepannya dapat dijamin dalam Program JKN, menurutnya terhadap hal seperti itu nantinya untuk dapat melakukan kajian secara mendalam agar dapat menjadi pertimbangan untuk dapat menjadi tanggungan dalam Program JKN.
“Saat ini berdasarkan data yang ada, pasien yang dirujuk ke rumah sakit adalah pasien di luar Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dikarenakan salah satu penyebabnya adalah hasil skrining riwayat kesehatan yang kurang cermat saat pengisian oleh peserta. Oleh karena itu kami mengimbau agar pengisian skrining riwayat Kesehatan dapat diisi secara cermat sehingga menghasilkan data yang valid tentang riwayat kesehatan Peserta JKN,” ucap Sunarto.
Pada kunjungan tersebut, Sunarto menyempatkan diri untuk berkeliling ke RSUD Zainoel Abidin melihat secara langsung pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit tipe A yang menjadi pusat rujukan di Provinsi Aceh tersebut dengan mengunjungi ruang pelayanan cuci darah dan pelayanan IGD.
Direktur RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Muhazar Harun menyampaikan apresiasi kedatangan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan untuk melihat langsung pelayanan yang diberikan di RSUD ini sehingga nantinya akan ada upaya perbaikan kedepannya.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Dewan Pengawas BPJS Kesehatan yang telah menyempatkan untuk berkunjung ke RSUD Zainoel Abidin ini untuk melihat langsung bagaimana pelayanan yang kami berikan ini tepat sasaran dan tepat guna. Selanjutnya juga kami berharap apa yang menjadi masukan dan saran pada pertemuan ini dapat diterima serta menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan Program JKN,” harap Muhazar.(rq)











Discussion about this post