JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menuntaskan salah satu transformasi teknologi terbesar dalam sejarah perusahaan. Langkah strategis tersebut menjadi fondasi baru bagi percepatan bisnis digital sekaligus memperkuat ambisi BSI untuk masuk dalam jajaran lima bank syariah terbesar dunia.
Transformasi sistem Information Technology (IT) yang berlangsung selama setahun terakhir itu dijalankan dengan dukungan dan supervisi aktif Danantara. Rampungnya proyek tersebut menandai kesiapan BSI memasuki fase pertumbuhan baru dengan kapasitas layanan digital yang jauh lebih besar.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan transformasi teknologi merupakan kebutuhan mendesak seiring meningkatnya ekspektasi nasabah dan semakin ketatnya persaingan industri perbankan.
“BSI saat ini sudah berada di jajaran lima bank terbesar di Indonesia. Karena itu, ekspektasi nasabah terhadap layanan dan sistem juga harus setara dengan bank-bank besar lainnya. Kami berupaya menghadirkan layanan yang mampu menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Anggoro.
Menurutnya, modernisasi teknologi menjadi kunci untuk mendukung visi BSI menjadi Top 5 Global Islamic Bank serta mencapai target 40 juta nasabah pada 2030.
Salah satu proyek utama dalam transformasi tersebut adalah migrasi sistem core banking dari platform R10 ke R24 yang selesai pada pertengahan Mei 2026. Proyek berskala besar itu melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi dan dilaksanakan secara bertahap melalui berbagai simulasi serta pengujian ketat.
Proses migrasi juga mendapat pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Danantara guna memastikan implementasi berjalan aman, transparan, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan.
Hasilnya, efisiensi operasional meningkat hingga sekitar 80 persen. Waktu pemrosesan transaksi harian menjadi lebih cepat, sementara kapasitas sistem meningkat signifikan untuk mendukung ekspansi layanan digital dan pengembangan produk baru.
Saat ini tingkat ketersediaan seluruh kanal layanan BSI mencapai 99,99 persen, memungkinkan transaksi nasabah berlangsung lebih stabil dan minim gangguan.
“Ruang untuk pertumbuhan nasabah maupun pengembangan fitur baru pada BYOND by BSI masih sangat besar karena kapasitas sistem yang terpakai saat ini masih di bawah 10 persen. Nasabah akan merasakan langsung manfaat dari kekuatan dan kecepatan sistem IT baru BSI,” kata Anggoro.
Transformasi teknologi tersebut juga menjadi penopang pertumbuhan bisnis BSI yang dalam setahun terakhir memperoleh momentum dari dua lisensi strategis, yakni sebagai bank syariah dan bank emas.
Menurut Anggoro, kehadiran layanan bank emas membuka peluang baru untuk menjangkau segmen pasar yang sebelumnya belum tergarap secara optimal.
Per April 2026, jumlah nasabah BSI telah melampaui 24 juta orang. Pertumbuhan tersebut didorong oleh perolehan lisensi Bank Emas pada Februari 2025 serta perubahan status BSI menjadi Persero pada awal 2026 yang semakin memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem strategis BUMN.
Untuk memperluas penetrasi digital, BSI terus mengembangkan BYOND by BSI untuk segmen ritel dan BEWIZE by BSI bagi nasabah institusi serta wholesale.
Hingga Mei 2026, aplikasi mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi menembus Rp450 triliun. Sementara itu, BEWIZE terus mencatat pertumbuhan pengguna dan volume transaksi sebagai salah satu penggerak utama bisnis wholesale perusahaan.
Kinerja keuangan BSI juga menunjukkan tren positif sejalan dengan transformasi yang dilakukan. Hingga Mei 2026, BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai Rp444 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp372 triliun, serta pembiayaan Rp335 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga.
Dengan fondasi teknologi baru, dukungan Danantara, dan basis nasabah yang terus bertambah, BSI optimistis mampu mempercepat transformasi menjadi pemain utama industri keuangan syariah global sekaligus motor penggerak ekonomi syariah nasional.












Discussion about this post