BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menegaskan pentingnya peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, saat menjadi narasumber pada kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Mendukung Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Bencana Provinsi Aceh yang digelar Kementerian UMKM RI di Portola Arabia Hotel, Banda Aceh, Kamis (19/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti puluhan pelaku usaha mikro dari berbagai kabupaten/kota di Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMKM dalam mendukung program prioritas nasional tersebut.
Dalam pemaparannya bertajuk “Keamanan Pangan bagi Usaha Mikro Mendukung Makan Bergizi Gratis”, Riyanto menekankan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga oleh jaminan keamanan pangan yang dikonsumsi.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang perlu didukung seluruh pihak, termasuk pelaku usaha mikro. Selain memenuhi kebutuhan gizi, pangan yang disediakan harus aman dan bermutu. Karena itu, UMKM perlu menerapkan praktik higiene dan sanitasi yang baik, menggunakan bahan baku yang memenuhi standar, serta memastikan proses produksi dilakukan secara benar untuk mencegah risiko cemaran pangan,” ujar Riyanto.
Menurutnya, aspek keamanan pangan menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan, terutama karena Program MBG menyasar kelompok rentan seperti anak-anak yang membutuhkan asupan sehat dan aman untuk mendukung tumbuh kembang mereka.
BBPOM Aceh juga mengingatkan bahwa meningkatnya keterlibatan UMKM dalam rantai pasok Program MBG harus dibarengi dengan peningkatan pemahaman terhadap standar keamanan pangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan maupun peredaran produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan.
Sementara itu, perwakilan Kementerian UMKM RI menyebutkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan pelaku usaha mikro dalam mendukung pelaksanaan Program MBG sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap tercipta sinergi antara UMKM, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadirkan pangan yang aman, berkualitas, dan bernilai gizi tinggi bagi masyarakat.
Kehadiran BBPOM Aceh dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk melakukan pendampingan, pembinaan, dan edukasi kepada pelaku usaha pangan agar mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar keamanan pangan nasional sekaligus mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Aceh.











Discussion about this post