MediaNanggroe.com – Bank Indonesia menegaskan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga kuat di tengah tekanan global. Dalam Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025, BI menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai hingga 5,5 persen, mencerminkan fondasi ekonomi yang semakin kokoh di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.
Capaian tersebut ditopang oleh tetap kuatnya ekspor nonmigas, meningkatnya investasi swasta, serta berlanjutnya realisasi berbagai program prioritas pemerintah di sektor strategis. BI menilai kinerja ini menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang semakin solid di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.
Stabilitas makroekonomi juga tetap terjaga. Dalam LPI 2025 disebutkan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen (year on year), tetap berada dalam kisaran sasaran nasional. Kondisi ini mencerminkan keberhasilan pengendalian inflasi melalui sinergi kebijakan moneter Bank Indonesia dan koordinasi erat dengan pemerintah pusat dan daerah.
Sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia juga menerapkan kebijakan moneter yang akomodatif dan terukur. BI memangkas suku bunga kebijakan sebanyak lima kali dengan total penurunan 125 basis poin menjadi 4,75 persen, atau level terendah sejak 2022, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari sisi eksternal, dalam LPI 2025 dicatat nilai tukar rupiah pada akhir tahun berada di level Rp16.675 per dolar AS. Meski menghadapi tekanan akibat dinamika kebijakan ekonomi global, termasuk dari Amerika Serikat, langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi di pasar spot, DNDF, dan pasar offshore NDF dinilai berhasil menjaga stabilitas rupiah dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya. Ketahanan eksternal juga tercermin dari cadangan devisa sebesar 156,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor.
Transformasi digital turut menjadi penopang pertumbuhan baru. Dalam laporan tersebut, jumlah pengguna QRIS hingga akhir 2025 telah mencapai 59,53 juta dengan 42,75 juta merchant, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM. Secara keseluruhan, volume transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh 39,21 persen secara tahunan.
Dari sisi fiskal dan pembangunan, pemerintah terus mendorong percepatan program strategis melalui Asta Cita, termasuk ketahanan pangan, program makan bergizi gratis, serta penguatan investasi nasional melalui pembentukan Danantara. Defisit APBN 2025 tetap terjaga di level 2,92 persen dari PDB, masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan undang-undang.
Bank Indonesia dalam LPI 2025 juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan meningkat ke kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, seiring dengan terus diperkuatnya sinergi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan KSSK dalam menjaga stabilitas dan mendorong transformasi ekonomi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.













Discussion about this post