• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Minggu, 10 Mei 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Wisata

Benteng Indra Patra, Saksi Bisu Peradaban Aceh Tak Lekang oleh Waktu

redaksi by redaksi
13 Oktober 2024
in Wisata
Benteng Indra Patra, Saksi Bisu Peradaban Aceh Tak Lekang oleh Waktu

Jejak bangunan Benteng Indra Patra yang masih tersisa di Desa Ladong, Aceh Besar. Foto Dian Mediananggroe.com

MediaNanggroe.com – Benteng Indra Patra adalah lebih dari sekadar bangunan tua. Ia adalah simbol kejayaan masa lalu, saksi bisu perjuangan, dan warisan budaya yang tak ternilai harganya. Jika Anda berkunjung ke Aceh, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi benteng bersejarah ini.

Banyak lokasi wisata di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Besar. Mulai dari destinasi wisata pantai, wisata religi, wisata alam pegunungan, hingga wisata cagar budaya. Salah satunya adalah Benteng Indra Patra.

Benteng Indra Patra dikenal memiliki banyak sejarah mulai dari sejarah kerajaan Hindu, akulturasi budaya yang masuk ke Aceh, hingga awal mula didirikannya. Benteng ini merupakan satu dari tiga benteng yang menjadi penanda wilayah segitiga kerajaan Hindu Aceh, yaitu Indra Patra, Indra Puri dan Indra Purwa.

Bangunan ini juga bisa dibilang saksi bisu perjuangan Sultan kerajaan saat melawan Belanda dan Portugis. Pada zaman dahulu fungsinya digunakan untuk pusat pertahanan kerajaan saat Aceh diserang oleh penjajah.

BacaJuga :

3 Siswi Aceh Raih Juara Internasional, Kadisbudpar Dukung Pengembangan Skill

3 Siswi Aceh Raih Juara Internasional, Kadisbudpar Dukung Pengembangan Skill

21 Oktober 2024
Disbudpar Harap Seluruh Ekraf Kuliner Aceh Tersertifikasi Halal

Disbudpar Harap Seluruh Ekraf Kuliner Aceh Tersertifikasi Halal

21 Oktober 2024
Jejak bangunan Benteng Indra Patra yang masih tersisa di Desa Ladong, Aceh Besar. (istimewa)

Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636), Benteng Indra Patra menjadi salah satu pusat pertahanan Aceh dalam melawan penjajah Portugis dan Belanda. Laksamana Malahayati, seorang pahlawan perempuan Aceh, memimpin pertahanan di benteng ini.

Benteng Indrapatra diperkirakan telah beberapa kali mengalami pergantian fungsi. Pada awal dibangun, kemungkinan besar benteng ini difungsikan sebagai tempat ibadah atau kegiatan ritual keagamaan dan tempat bermukim raja beserta keluarga dan pembesar istana.

Setelah pengaruh Islam masuk, benteng mengalami perubahan fungsi menjadi benteng pertahanan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya komponen bangunan seperti tapal kuda yang biasanya berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan meriam.

Selain itu, Benteng Indrapatra juga dikelilingi oleh parit yang berfungsi sebagai sarana pertahan, yaitu penghambat gerakan musuh yang akan mendekati benteng. Parit keliling banyak ditemukan pada benteng-benteng di keraton di Pulau Jawa.

Di keraton-keraton Jawa parit keliling ini disebut jagang dan biasanya diletakkan buaya di dalam paritnya. Dalam buku Tarich Aceh dan Nusantara yang ditulis oleh H.M. Zainuddin (1961) disebutkan bahwa di Aceh Besar terdapat benteng yang bernama Indrapatra.

Menurut buku tersebut, bangunan benteng bukan merupakan candi atau masjid tetapi tempat untuk menyimpan alat-alat senjata perang seperti bedil, mesin pelor, meriam, dan lainnya. Ada kemungkinan bahwa kala itu Sultan Iskandar Muda berhasil merebut Benteng Indrapatra dari tangan Portugis.

Letaknya persis di bibir pantai yang mengahadap ke laut Selat Malaka. Pada masa Sultan Iskandar Muda, benteng ini juga digunakan sebagai basis pertahanan dengan armada yang dipimpin oleh Laksamana Malahayati.

Ada dua benteng yang masih berdiri kokoh hingga sekarang di situs sejarah ini. Benteng utama berukuran 70×70 meter dengan ketinggian 4 meter dan ketebalan sekitar 2 meter. Pada bagian lain juga terdapat lubang pengintai yang menghadap ke laut. Di dalam benteng terdapat dua bangunan yang berbentuk kubah, yang di dalamnya terdapat sumur.

Menurut catatan, bahan bangunan yang berarsitektur kuno ini terdiri dari susunan batu gunung, kapur, tanah liat, kulit kerang dan telur. Hingga saat Benteng Indrapatra masih berdiri kokoh. Selain menyimpan nilai sejarah yang tinggi, benteng ini juga memiliki keindahan tersendiri di mana letaknya yang berada di pinggir pantai yang indah.

Selain itu Benteng Indra Patra memiliki lahan yang lumayan luas. Sejauh mata memandang tampak rumput dan pohon hijau yang mengelilingi bangunannya. Semua tanaman tersebut menambah kecantikan tempat ini.

Kebersihannya pun selalu diperhatikan oleh petugas setempat, hal ini bisa dilihat dari tidak adanya sampah yang tercecer. Saat anda menapakan kaki disini akan merasakan udara yang sejuk. Tidak heran jika benteng tersebut banyak dijadikan tempat rekreasi keluarga. Pada area sekitar ada tulisan sejarah benteng yang dapat anda baca.

Namun, ingat jangan sampai merusak bangunan di dalamnya meskipun pengunjung boleh menyentuhnya. Lokasi banteng ini juga sangat strategis yang menghadap langsung ke arah pantai menambah kecantikan tempat ini.

Traveller bisa memanjakan mata dengan melihat air lautnya yang berwarna biru muda. Selain itu beberapa pohon kelapa juga menjadi pemandangan yang indah. Pemandangan tersebut membuat areanya terlihat asri. Saat siang pun tidak akan terasa panas terik karena pengunjung dapat berteduh diantara pohon-pohon yang ada.

Pengunjung yang berlibur dijamin tidak akan merasa bosan saat berada berlama-lama disini. Benteng ini juga terbilang estetik dan klasik yang membuatnya banyak dijadikan spot foto menarik. Apalagi saat cuaca sedang cerah akan membuat foto anda semakin bagus.

Jika pengunjung berfoto di bagian atas tangganya, nampak pemandangan pantai yang cantik. Maka dari itu sebelum berkunjung disarankan untuk membawa kamera atau ponsel untuk mengabadikan momen selama berlibur di Aceh!. {Adv}

#Disbudpar Aceh

Previous Post

Pesona Sunset di Pantai Gampong Jawa-Banda Aceh

Next Post

Safriati Ajak Masyarakat Indonesia ke Masjid Giok Nagan Raya

Berita Lainnya

3 Siswi Aceh Raih Juara Internasional, Kadisbudpar Dukung Pengembangan Skill

3 Siswi Aceh Raih Juara Internasional, Kadisbudpar Dukung Pengembangan Skill

21 Oktober 2024

MediaNanggroe.com, Banda Aceh - Tiga siswi di Aceh meraih penghargaan internasional untuk bidang kompetisi berbeda. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata...

Disbudpar Harap Seluruh Ekraf Kuliner Aceh Tersertifikasi Halal

Disbudpar Harap Seluruh Ekraf Kuliner Aceh Tersertifikasi Halal

21 Oktober 2024

MediaNanggroe.com, Banda Aceh - Sebanyak 24 pelaku UMKM di Kota Banda Aceh dan Aceh besar ikuti Expo Produk Ekraf bersertifikasi...

Air Terjun Kedabuhan, Surga Cantik Di Balik Hutan Tropis

Air Terjun Kedabuhan, Surga Cantik Di Balik Hutan Tropis

20 Oktober 2024

MediaNanggroe.com - Terletak di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam, Aceh, Air Terjun Kedabuhan menawarkan keindahan alam yang memukau. Dengan suara...

Load More
Next Post
Safriati Ajak Masyarakat Indonesia ke Masjid Giok Nagan Raya

Safriati Ajak Masyarakat Indonesia ke Masjid Giok Nagan Raya

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Produk Aman Dimulai dari Proses Tepat, BBPOM Aceh Lakukan Audit CPPOB Dampingi UMK Pangan

Produk Aman Dimulai dari Proses Tepat, BBPOM Aceh Lakukan Audit CPPOB Dampingi UMK Pangan

9 Mei 2026
Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien

Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien

7 Mei 2026
Pemerintah Aceh Apresiasi Ketegasan Polda Usai Aksi Massa Rusak Kantor Gubernur

Pemerintah Aceh Apresiasi Ketegasan Polda Usai Aksi Massa Rusak Kantor Gubernur

7 Mei 2026
Kajati Aceh Lantik Bobbi Sandri sebagai Kajari Banda Aceh, Gantikan Suhendri

Kajati Aceh Lantik Bobbi Sandri sebagai Kajari Banda Aceh, Gantikan Suhendri

7 Mei 2026
ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Dinas, 30 Pelanggar Ditertibkan Satpol PP-WH Aceh

ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Dinas, 30 Pelanggar Ditertibkan Satpol PP-WH Aceh

7 Mei 2026
  • ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Dinas, 30 Pelanggar Ditertibkan Satpol PP-WH Aceh

    ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Dinas, 30 Pelanggar Ditertibkan Satpol PP-WH Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PUPR Aceh Selatan Kucurkan Rp5,5 Miliar Proyek Air Bersih, Tender Belum Tayang di LPSE

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FGD JKA: Mahasiswa Tegas, Pergub Tak Perlu Dicabut tapi Harus Direvisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kajati Aceh Lantik Bobbi Sandri sebagai Kajari Banda Aceh, Gantikan Suhendri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In