• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Kamis, 30 Juli 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Wisata

Menguak Jejak Sejarah di Kompleks Kerajaan Samudra Pasai, Aceh Utara

redaksi by redaksi
23 Mei 2024
in Wisata, Aceh
Menguak Jejak Sejarah di Kompleks Kerajaan Samudra Pasai, Aceh Utara

Monumen Islam Samudera Pasai. Foto Dok Ist

MediaNanggroe.com – Aceh Utara, khususnya daerah Lhokseumawe, menyimpan banyak jejak sejarah penting dari Kerajaan Samudra Pasai, salah satu kerajaan Islam pertama di kepulauan Indonesia. Didirikan pada tahun 1267, kerajaan ini menjadi pusat penyebaran agama Islam di Nusantara dan meninggalkan berbagai peninggalan yang masih dapat ditemukan hingga kini.

Salah satu bukti nyata dari kejayaan Samudra Pasai adalah Makam Sultan Malikussaleh. Sultan Malikussaleh dikenal sebagai salah satu sultan Islam pertama di Indonesia dan pendiri Kerajaan Samudra Pasai. Lokasi makamnya berada di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Geudong, Kabupaten Aceh Utara. Makam ini menjadi salah satu situs bersejarah yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan dan peneliti sejarah.

Selain Makam Sultan Malikussaleh, terdapat banyak peninggalan lain yang tersebar di seluruh Aceh Utara. Situs-situs tersebut termasuk makam-makam sultan dan bangsawan lainnya, serta berbagai artefak yang menggambarkan kejayaan kerajaan pada masa lalu. Mengunjungi situs-situs ini memberikan pengalaman unik bagi para wisatawan yang ingin merasakan atmosfer historis dan keagungan masa lalu.

Wisata sejarah di Aceh Utara tidak hanya memberikan pengetahuan tentang masa lalu tetapi juga memanjakan mata dengan pemandangan yang indah. Berjalan-jalan di sekitar Aceh Utara dan Lhokseumawe sambil menjelajahi sisa-sisa Kesultanan Samudra Pasai adalah kegiatan yang mengasyikkan. Banyak peninggalan yang masih berdiri kokoh dan menjadi saksi bisu sejarah panjang peradaban Islam di Indonesia.

BacaJuga :

Polresta Banda Aceh Sita 80 Motor Knalpot Brong, Balap Liar Jadi Sasaran Utama

Polresta Banda Aceh Sita 80 Motor Knalpot Brong, Balap Liar Jadi Sasaran Utama

29 Juli 2026
BBPOM Aceh Perketat Pengawasan Kantin Sekolah, Jajanan Siswa Diuji dari Boraks hingga Formalin

BBPOM Aceh Perketat Pengawasan Kantin Sekolah, Jajanan Siswa Diuji dari Boraks hingga Formalin

29 Juli 2026

Pemerintah daerah Aceh Utara telah berupaya keras untuk melestarikan dan mempromosikan situs-situs bersejarah ini. Mereka menyadari pentingnya warisan budaya ini tidak hanya bagi masyarakat setempat tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. Dengan menjaga dan mempromosikan peninggalan Kerajaan Samudra Pasai, generasi muda dapat lebih mengenal dan menghargai sejarah bangsanya.

Selain nilai sejarah dan budayanya, kompleks kerajaan ini juga menjadi daya tarik wisata religi. Banyak peziarah datang untuk mendoakan para sultan yang dimakamkan di sini, berharap mendapatkan berkah. Ini menunjukkan bahwa peninggalan Samudra Pasai masih memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh dan Indonesia secara umum.

Untuk mencapai lokasi-lokasi bersejarah ini, akses transportasi menuju Aceh Utara sudah cukup baik. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe. Sesampainya di sana, terdapat berbagai pilihan akomodasi yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan budget.

Keseluruhan, mengunjungi kompleks Kerajaan Samudra Pasai di Aceh Utara adalah sebuah perjalanan yang menyajikan gabungan antara wisata sejarah, budaya, dan religi. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk mengapresiasi dan memahami lebih dalam warisan Islam di Indonesia serta mengenang kejayaan masa lalu yang telah membentuk identitas bangsa kita saat ini.(Adv)

Previous Post

Fraksi Demokrat Setujui Dua Raqan Inisiatif Dewan Tahun 2024

Next Post

Berkontribusi dalam Program JKN di Aceh, 5 Pemkab/Pemko Terima Penghargaan

Berita Lainnya

Polresta Banda Aceh Sita 80 Motor Knalpot Brong, Balap Liar Jadi Sasaran Utama

Polresta Banda Aceh Sita 80 Motor Knalpot Brong, Balap Liar Jadi Sasaran Utama

29 Juli 2026

BANDA ACEH – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banda Aceh semakin memperketat penindakan terhadap kendaraan berknalpot brong yang kerap meresahkan...

BBPOM Aceh Perketat Pengawasan Kantin Sekolah, Jajanan Siswa Diuji dari Boraks hingga Formalin

BBPOM Aceh Perketat Pengawasan Kantin Sekolah, Jajanan Siswa Diuji dari Boraks hingga Formalin

29 Juli 2026

ACEH BESAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) memperketat pengawasan keamanan pangan di lingkungan...

Razia Busana Islami Satpol PP dan WH Aceh, 9 Orang Terjaring di Aceh Besar

Razia Busana Islami Satpol PP dan WH Aceh, 9 Orang Terjaring di Aceh Besar

29 Juli 2026

ACEH BESAR – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh kembali memperkuat penegakan syariat Islam...

Load More
Next Post
Berkontribusi dalam Program JKN di Aceh, 5 Pemkab/Pemko Terima Penghargaan

Berkontribusi dalam Program JKN di Aceh, 5 Pemkab/Pemko Terima Penghargaan

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Polresta Banda Aceh Sita 80 Motor Knalpot Brong, Balap Liar Jadi Sasaran Utama

Polresta Banda Aceh Sita 80 Motor Knalpot Brong, Balap Liar Jadi Sasaran Utama

29 Juli 2026
BBPOM Aceh Perketat Pengawasan Kantin Sekolah, Jajanan Siswa Diuji dari Boraks hingga Formalin

BBPOM Aceh Perketat Pengawasan Kantin Sekolah, Jajanan Siswa Diuji dari Boraks hingga Formalin

29 Juli 2026
Razia Busana Islami Satpol PP dan WH Aceh, 9 Orang Terjaring di Aceh Besar

Razia Busana Islami Satpol PP dan WH Aceh, 9 Orang Terjaring di Aceh Besar

29 Juli 2026
Korupsi Beasiswa Aceh Rp14,3 M Masuk Babak Baru, Empat Terdakwa Resmi Dilimpahkan ke Jaksa

Korupsi Beasiswa Aceh Rp14,3 M Masuk Babak Baru, Empat Terdakwa Resmi Dilimpahkan ke Jaksa

29 Juli 2026
Satpol PP Aceh Jaring 6 ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Kerja, Satu Diduga Pejabat Dinas Dayah Aceh

Satpol PP Aceh Jaring 6 ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Kerja, Satu Diduga Pejabat Dinas Dayah Aceh

28 Juli 2026
  • Satpol PP Aceh Jaring 6 ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Kerja, Satu Diduga Pejabat Dinas Dayah Aceh

    Satpol PP Aceh Jaring 6 ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Kerja, Satu Diduga Pejabat Dinas Dayah Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK Sorot Sewa Mobil Dinas Aceh Selatan: Kendaraan Istri Bupati dan “Kantor Jakarta” Ikut Dibayar APBK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPPK Pemerintah Aceh Kini Berhak Menerima TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Beasiswa Aceh Rp14,3 M Masuk Babak Baru, Empat Terdakwa Resmi Dilimpahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In