• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Rabu, 13 Mei 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh

Maraknya ABG Nikah Siri di Aceh, Kadis Syariat Islam Angkat Bicara

Praktek Nikah Sirih Sangat Berbahaya, Jangan-jangan Isteri Orang yang Dinikahkan

Lasdianto by Lasdianto
12 April 2023
in Aceh
Satpol PP dan WH Aceh Ciduk 10 Pasangan di Ruko Berkedok Penginapan

Seorang wanita memperlihatkan Surat Keterangan Nikah Siri kepada petugas Satpol PP dan WH Aceh, 8 April 2023 dini hari.

MediaNanggroe.com, Banda Aceh – Praktek kadhi liar sudah banyak jadi bahan penelitian. Tapi, layanan jasa nikah panggilan di Banda Aceh yang mengadopsi pola “go-food” merupakan sebuah fenomena baru. “Ini sangat berbahaya. Jangan-jangan nanti isteri orang yang dinikahkan,” kata Kadis Syariat Islam Aceh, Emka Alidar, kepada KabarAktual.id, Senin (10/4/2023).

Pejabat Pemerintah Aceh ini diminta tanggapan terkait beroperasinya praktek kadhi liar keliling di Banda Aceh yang menimbulkan keresehan publik. Seperti diungkap media ini, Minggu (9/4/2023), sejumlah pasangan muda yang ditangkap Satpol PP ternyata mengantongi surat keterangan nikah yang dikeluarkan kadhi liar.

Dalam pemberitaan sebelumnya dijelaskan, sebanyak 10 pasangan ABG (anak baru gede) ditangkap dari sebuah penginapan berbentuk kos-kosan dengan sewa harian di kawasan Kecamatan Kutaraja. Salah satu pasangan berusia 18 dan 22 tahun diketahui baru menikah sekitar 1 bulan. Masih dalam suasana bulan madu, pasangan ini ditangkap di penginapan sederhana dengan tarif Rp 50 ribu per malam tersebut.

Yang terasa janggal, semua pasangan ABG mengantongi surat keterangan nikah yang dikeluarkan oleh kadhi liar. Dalam penelusuran KabarAktual.id, terungkap, kadhi liar ini beroperasi ala go-food alias layanan keliling di sekitar Banda Aceh.

BacaJuga :

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

13 Mei 2026
Maxim Hadir di Tapaktuan, Perluas Akses Transportasi Online Terjangkau di Aceh

Maxim Hadir di Tapaktuan, Perluas Akses Transportasi Online Terjangkau di Aceh

13 Mei 2026
Surat keterangan nikah siri pasangan ABG (foto: Lasdianto)

Dalam investigasi media ini diketahui, kadhi liar mematok tarif Rp 1 juta untuk sebuah pernikahan. Biaya tersebut sudah include dengan wali dan dua saksi nikah. Dari pengakuan sang kadhi, dia tidak mempermasalahkan jika “mempelai” wanita tidak direstui oleh orangtuanya. “Oh tidak apa-apa. Gak masalah itu. Nanti saya yang jadi wali nikahnya,” ujar sang khadi liar kepada seorang calon “pasiennya”.

Kadis Syariat Islam yang ditanyai mengaku baru mengetahui fenomena tersebut. Praktek kadhi liar dengan pola go-food itu, kata dia, harus menjadi atensi pihak terkait, pemerintah daerah, kementerian agama, dan aparat hukum.

Menurut Emka, praktek kadhi liar panggilan ini sangat berbahaya jika terus dibiarkan. “Nanti orang tidak tahu lagi siapa walinya, siapa yang dinikahkan dengan siapa. Bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan-jangan nanti ada istri orang yang dinikahkan dan seterusnya,” kata kadis DSI Aceh.

Kata Emka, efek negatif dari kadhi liar ini sebenarnya sudah banyak sekali diteliti oleh para pakar dan dari sudut negara tentu ini tidak dibolehkan. Tidak dibolehkan nikah siri, sambung kadis, karena statusnya tidak diakui oleh negara.

Dalam banyak kasus nikah siri, kata kadis lagi, kalau terjadi hal-hal negatif pada pihak perempuan, seperti kekerasan dalam rumah tangga, maka tidak dapat diproses dengan Undang-undang KDRT. “Karena nikahnya tidak diakui oleh negara. Yang dirugikan, sebenarnya, pihak perempuan,” ucap Emka.

Kadis DSI menerangkan lagi, Pemerintah Aceh sejak 2019 atau pada akhir 2018, sudah mengajukan draft qanun hukum keluarga. Cuma naskah tersebut hingga saat ini belum turun dari Kemendagri.

Dijelaskan, draft qanun itu sempat heboh ketika di awal-awal kelahirannya dulu. Pemberitaan media menimbulkan persepsi negatif seakan-akan Aceh mau melegalkan poligami. “Sehingga, waktu itu menjadi heboh dan juga karena situasi menjelang pemilu makanya fasilitasi qanun itu tidak dilanjutkan oleh Kemendagri,” kata Emka.

Belakangan, sambung Kadis DSI, proses fasilitasi qanun keluarga ini sudah mulai dilanjutkan lagi. Bahkan menurut pengakuan Emka, Mendagri menilai konsep yang ada di qanun itu sebenarnya cukup bagus. Dan, bahkan qanun keluarga itu bisa dicontoh oleh provinsi-provinsi lain. “Karena aturan ini mencoba menutup sudut-sudut yang selama ini dianggap kurang dalam pengaturannya, baik melalui undang undang perkawinan maupun kompilasi hukum Islam di Indonesia,” ucap Emka.

Ia menerangkan, dalam draft qanun keluarga tercantum sanksi bahwa khadi liar bisa diproses hukum. “Hal seperti ini sebelumnya tidak konkret dijabarkan dalam undang-undang kita. Padahal bisa diproses hukum. Bisa dicambuk karena melanggar hukum syariat. Dia merupakan orang yang tidak bertauliyah, tidak diberikan kuasa oleh negara untuk menikahkan orang,” kata Emka.

Berdasarkan qanun itu, sambungnya, khadi liar bisa ditangkap. Demikian pula dengan pelaku nikah siri bisa dikenakan sanksi pidana. “Secara konsep, pemerintah Aceh, DPRA, bersama ulama dan berbagai pihak sudah mengantisipasi permasalahan ini lewat draf qanun yang sudah diajukan itu,” ujar Kadis DSI.

Pada bagian akhir pernyataannya, Emka Alidar meminta dukungan berbagai pihak agar draf qanun hukum keluarga yang sudah berada di meja Mendagri segera selesai proses konsultasinya. Sehingga, bisa disahkan menjadi Qanun Aceh tentang hukum keluarga. “Mudah-mudahan dengan adanya qanun itu nanti bisa mengantisipasi kegiatan-kegiatan seperti ini karena ada sanksi pidana terhadap kadhi liar dan pelaku nikah siri,” pungkasnya.[]

Source: Kabar Aktual
Previous Post

Personel Gabungan Musnahkan 40 Hektar Ladang Ganja di Nagan Raya

Next Post

Masalah Kepegawaian Dominasi Kasus yang Dilaporkan Masyarakat ke Ombudsman Aceh pada Triwulan I

Berita Lainnya

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

13 Mei 2026

MediaNanggroe.com  — PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best...

Maxim Hadir di Tapaktuan, Perluas Akses Transportasi Online Terjangkau di Aceh

Maxim Hadir di Tapaktuan, Perluas Akses Transportasi Online Terjangkau di Aceh

13 Mei 2026

MediaNanggroe.com - Perusahaan transportasi online Maxim kini resmi menghadirkan layanannya di Tapaktuan sebagai bentuk kontribusi dalam mendorong mobilitas masyarakat Aceh....

Kejati Aceh Kembali Gelar Jaksa Masuk Sekolah di SMKN 2 Sigli, Edukasi Pelajar Bahaya Judi Online dan Bullying

Kejati Aceh Kembali Gelar Jaksa Masuk Sekolah di SMKN 2 Sigli, Edukasi Pelajar Bahaya Judi Online dan Bullying

13 Mei 2026

MediaNanggroe.com– Kejaksaan Tinggi Aceh kembali melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar. Kegiatan...

Load More
Next Post
Masalah Kepegawaian Dominasi Kasus yang Dilaporkan Masyarakat ke Ombudsman Aceh pada Triwulan I

Masalah Kepegawaian Dominasi Kasus yang Dilaporkan Masyarakat ke Ombudsman Aceh pada Triwulan I

Discussion about this post

BERITA TERKINI

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

13 Mei 2026
BSI Naik ke Peringkat 5 Nasional, Siap Dorong Ekonomi Aceh

BSI Naik ke Peringkat 5 Nasional, Siap Dorong Ekonomi Aceh

13 Mei 2026
Maxim Hadir di Tapaktuan, Perluas Akses Transportasi Online Terjangkau di Aceh

Maxim Hadir di Tapaktuan, Perluas Akses Transportasi Online Terjangkau di Aceh

13 Mei 2026
Kejati Aceh Kembali Gelar Jaksa Masuk Sekolah di SMKN 2 Sigli, Edukasi Pelajar Bahaya Judi Online dan Bullying

Kejati Aceh Kembali Gelar Jaksa Masuk Sekolah di SMKN 2 Sigli, Edukasi Pelajar Bahaya Judi Online dan Bullying

13 Mei 2026
Bupati Aceh Besar Tinjau Finalisasi Lahan Sekolah Rakyat

Bupati Aceh Besar Tinjau Finalisasi Lahan Sekolah Rakyat

12 Mei 2026
  • Pemerintah Aceh Buka Seleksi Terbuka Enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Tahun 2026

    Pemerintah Aceh Buka Seleksi Terbuka Enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‎Sekda Aceh Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Percepatan Kinerja Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Hadir di Tapaktuan, Perluas Akses Transportasi Online Terjangkau di Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASN Nongkrong di Warkop Saat Jam Dinas, 30 Pelanggar Ditertibkan Satpol PP-WH Aceh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In