BANDA ACEH – Keamanan pangan di lingkungan sekolah tidak cukup hanya dengan edukasi dan intervensi. Praktik keamanan pangan yang telah dibangun harus terus dikawal agar benar-benar menjadi budaya dan dijalankan secara mandiri oleh pihak sekolah.
Komitmen itu ditunjukkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) melalui kegiatan Pengawalan Sekolah yang Telah Diintervensi Keamanan Pangan Tahun 2025, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan strategis yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan bagian dari Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah). Pengawalan dilakukan untuk memastikan praktik keamanan pangan yang telah diinisiasi sebelumnya tetap berjalan dan mengakar dalam aktivitas sekolah sehari-hari.
Evaluasi lapangan dilakukan secara komprehensif, mulai dari peninjauan rencana aksi kegiatan, pemantauan kondisi operasional kantin, pemeriksaan higiene dan sanitasi, hingga pengujian sampel makanan yang dijajakan di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, BBPOM Aceh memperkuat sinergi pengawasan dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Kolaborasi ini melibatkan Sanitarian Ahli, T. Meurah Azhari, beserta tim untuk melakukan pemeriksaan Laik Higiene Sanitasi Kantin Sekolah (LSHS), guna menyelaraskan standar keamanan pangan dengan pemenuhan sanitasi sarana yang higienis.
Anggota Tim Prioritas Nasional BBPOM Aceh sekaligus Penanggung Jawab Program SAPA Sekolah, Yanti, menegaskan bahwa kemandirian pihak sekolah adalah tolok ukur utama dari kesuksesan program ini.
“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya intervensi pada awal kegiatan, tetapi dari bagaimana sekolah mampu mempertahankan dan menjadikan keamanan pangan sebagai budaya sehari-hari secara mandiri dan konsisten. Melalui pengawalan ini, kami hadir untuk memastikan komitmen tersebut terus berjalan demi melindungi siswa dari risiko pangan berbahaya,” ujar Yanti.
Hasil pemantauan dan pengujian sampel selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi serta pembinaan berkelanjutan bagi pihak sekolah dan pengelola kantin.
Pengawalan tersebut menegaskan bahwa upaya membangun keamanan pangan di sekolah tidak berhenti setelah intervensi dilakukan. BBPOM Aceh mendorong agar edukasi dan praktik yang telah diberikan terus diterapkan hingga menjadi kebiasaan dan budaya di lingkungan sekolah.
Melalui transisi dari edukasi menuju aksi dan pembudayaan, BBPOM Aceh terus berupaya mewujudkan sekolah sehat, kantin higienis, pangan aman, serta generasi muda Aceh yang terlindungi.










Discussion about this post