Mediananggroecom – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keamanan pangan bagi kelompok rentan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banda Aceh, Senin (20/04/2026). Kegiatan ini menyasar orang tua dan wali murid sebagai garda terdepan dalam memastikan asupan pangan yang aman dan bergizi bagi anak berkebutuhan khusus.
Sebanyak 60 peserta hadir dengan antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung secara tatap muka. Sejak awal kegiatan, para peserta tampak aktif menyimak materi, mengajukan pertanyaan, hingga berbagi pengalaman terkait pola konsumsi anak sehari-hari.
Kegiatan menghadirkan Ketua Tim Publikasi dan KIE BBPOM Aceh, Suryani Fauzi, sebagai narasumber utama yang membawakan materi seputar stunting dan keamanan pangan. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memastikan kualitas pangan yang dikonsumsi anak.
“Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh pola asuh dan pemahaman orang tua terhadap pangan yang aman dan bergizi. Oleh karena itu, edukasi seperti ini menjadi sangat penting,” ujarnya.
Selanjutnya, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Juleka, menyampaikan materi tentang gizi seimbang khusus bagi anak berkebutuhan khusus. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan gizi anak harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing, serta pentingnya variasi makanan yang sehat dan aman.
“Anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian ekstra, termasuk dalam pemenuhan gizinya. Orang tua harus cermat dalam memilih dan mengolah makanan agar sesuai dengan kebutuhan anak,” jelasnya.
Sebagai penutup, Tim Publikasi dan KIE BBPOM Aceh, Ari Syuhada Putra, memperkenalkan konsep Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa ( Cek KLIK) serta pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile. Materi ini disambut dengan penuh minat oleh peserta, terutama saat demonstrasi cara mengecek produk secara langsung melalui aplikasi.
“Melalui Cek KLIK dan BPOM Mobile, masyarakat dapat lebih mudah memastikan produk yang dikonsumsi aman. Ini adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk melindungi keluarga,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat dari interaksi yang dinamis selama sesi diskusi. Banyak peserta yang mengaku mendapatkan wawasan baru, khususnya dalam mengenali produk pangan yang aman dan memahami kebutuhan gizi anak secara lebih tepat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua dan wali murid semakin sadar akan pentingnya keamanan pangan dan gizi seimbang, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak mereka.










Discussion about this post