• Beranda
  • Indeks
  • Mobile
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi Media Nanggroe
Senin, 12 Oktober 2026
Media Nanggroe
  • Login
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
  • Home
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Kesehatan
  • Opini
  • DPKA
  • Nanggroe TV
No Result
View All Result
Media Nanggroe
No Result
View All Result
Home Aceh

Proyek Pokir Dewan di Dinas Pendidikan Dayah Diduga Dikondisikan, BPK Temukan Rp3,84 Miliar Berlebih

redaksi by redaksi
5 Juli 2026
in Aceh
Proyek Pokir Dewan di Dinas Pendidikan Dayah Diduga Dikondisikan, BPK Temukan Rp3,84 Miliar Berlebih

Foto Ilustrasi AI

BANDA ACEH – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap berbagai penyimpangan dalam pengadaan media belajar interactive multimedia pada Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang berasal dari usulan Pokok Pikiran (Pokir) DPRA. Pemeriksaan menemukan adanya indikasi pengondisian sejak tahap penganggaran hingga pemilihan penyedia, yang berpotensi mengakibatkan kelebihan pembayaran kepada penyedia sebesar Rp3,84 miliar.

Temuan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan terhadap Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Nomor 18.B/T/LHP/DJPKN-V.BAC/PPD.01/06/2026 tertanggal 19 Juni 2026.

Dalam pemeriksaan itu dijelaskan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah merealisasikan belanja hibah sebesar Rp136,48 miliar pada Tahun Anggaran 2025. Sebanyak Rp17,61 miliar di antaranya digunakan untuk pengadaan 12 paket Media Belajar Interactive Multimedia berupa Interactive Flat Panel (IFP) 86 inci yang disalurkan kepada 80 dayah.

Audit menunjukkan bahwa proses penganggaran hibah tersebut tidak sepenuhnya mengikuti mekanisme sebagaimana diatur dalam Pergub Aceh Nomor 16 Tahun 2022. Kegiatan tersebut diketahui berasal dari usulan Pokok Pikiran DPRA yang langsung dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), sehingga Dinas Pendidikan Dayah hanya bertindak sebagai pelaksana kegiatan tanpa melalui tahapan verifikasi terhadap calon penerima hibah.

BacaJuga :

BSI Perkuat Akses Pembiayaan dan Sertifikasi Halal UMKM Aceh, Siapkan 275 Kuota

BSI Perkuat Akses Pembiayaan dan Sertifikasi Halal UMKM Aceh, Siapkan 275 Kuota

12 Oktober 2026
Haris Fadhillah Daftar Ketua PWI Aceh, Bidik Kesejahteraan Wartawan

Haris Fadhillah Daftar Ketua PWI Aceh, Bidik Kesejahteraan Wartawan

10 Oktober 2026

Setelah program masuk dalam APBA Perubahan Tahun 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) kemudian menentukan sendiri dayah penerima berdasarkan kategori dayah tipe A dan A+ dengan menyesuaikan pagu anggaran. Selanjutnya, masing-masing dayah diminta menyiapkan dokumen administrasi berupa surat permohonan dan proposal hibah.

Namun hasil pemeriksaan administrasi memperlihatkan kondisi yang berbeda. Dari 80 dayah penerima hibah, hanya tiga dayah yang sejak awal mengajukan proposal permohonan bantuan interactive multimedia. Sebanyak 52 dayah justru mengusulkan bantuan dalam bentuk lain, seperti ruang kelas baru, meubelair, notebook maupun sarana pendidikan lainnya yang tidak berkaitan dengan media pembelajaran digital. Sementara 25 dayah lainnya tidak mengajukan proposal sama sekali, meski tetap menerima bantuan tersebut.

Persoalan juga ditemukan pada tahap persiapan pengadaan. Dokumen spesifikasi teknis telah secara eksplisit mengarah pada satu merek, yakni Sallimna Tech, tanpa didukung hasil reviu spesifikasi maupun kajian pasar yang memadai sebagaimana dipersyaratkan dalam regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Pemeriksaan juga mengungkap proses survei produk dilakukan bersama Direktur perusahaan pemegang merek Sallimna Tech. PPK mengaku tidak melakukan penelusuran secara komprehensif melalui Katalog Elektronik dengan alasan keterbatasan waktu, sehingga penetapan spesifikasi produk sejak awal hanya berfokus pada satu merek.

Selain mengarah pada merek tertentu, produk yang dipilih juga dinilai tidak memiliki dukungan teknis dan layanan purna jual yang memadai. Saat pemeriksaan fisik, perangkat interactive flat panel tidak dilengkapi identitas produk yang jelas seperti nomor seri maupun identifikasi merek pada sistem. Principal produk juga tidak memiliki dukungan resmi dari pabrikan selain sertifikat distributor yang masa berlakunya tidak mencakup periode pelaksanaan pengadaan.

Pada tahap pemilihan penyedia, auditor menemukan indikasi bahwa proses pengadaan mengarah kepada penyedia tertentu. Produk Sallimna Tech di Katalog Elektronik hanya dipasarkan oleh empat perusahaan, yang menurut hasil pemeriksaan telah menawarkan produk tersebut kepada PPK bahkan sebelum proses pemilihan dimulai.

BPK juga menemukan adanya hubungan afiliasi di antara keempat perusahaan penyedia. Sejumlah direksi dan komisaris diketahui merangkap jabatan pada perusahaan lain yang terlibat dalam pengadaan, bahkan personel yang mengantarkan barang ke seluruh dayah penerima hibah merupakan orang yang sama. Seluruh penyedia juga memperoleh barang dari principal yang sama dengan pola harga dan keuntungan yang identik.

Hasil analisis menunjukkan principal menjual produk kepada para penyedia seharga Rp150 juta per unit, sedangkan kepada Pemerintah Aceh barang yang sama dijual Rp198 juta per unit. Selisih harga sebesar Rp48 juta per unit atau total Rp3,84 miliar dinilai tidak didukung adanya penambahan biaya yang wajar karena distribusi barang hingga ke lokasi penerima tetap dilaksanakan langsung oleh pihak principal.

Audit juga mencatat bahwa pada saat pengadaan berlangsung tersedia sejumlah produk sejenis di Katalog Elektronik maupun marketplace dengan spesifikasi yang setara namun memiliki harga lebih rendah. Meski demikian, alternatif tersebut tidak dijadikan dasar dalam penyusunan referensi harga sehingga pengadaan dinilai belum memenuhi prinsip efisiensi dan persaingan usaha yang sehat.

Atas kondisi tersebut, BPK menyimpulkan pengadaan media belajar interactive multimedia berpotensi tidak menghasilkan kualitas maupun harga terbaik bagi pemerintah, sekaligus menyebabkan kelebihan pembayaran sebesar Rp3,84 miliar.

Pemeriksaan juga menyatakan lemahnya pengawasan dari Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh selaku Pengguna Anggaran menjadi salah satu penyebab terjadinya permasalahan tersebut. Di sisi lain, PPK dinilai tidak cermat dalam menyusun spesifikasi teknis, melakukan survei pasar, memilih penyedia, serta mengendalikan seluruh tahapan pengadaan sesuai ketentuan.

Sebagai tindak lanjut, BPK merekomendasikan kepada Gubernur Aceh agar memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Dayah meningkatkan pengawasan terhadap seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya, menginstruksikan PPK melaksanakan proses pengadaan secara independen dan transparan tanpa mengarah kepada merek maupun penyedia tertentu, serta memproses pengembalian kelebihan pembayaran sebesar Rp3,84 miliar ke Kas Daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam dokumen pemeriksaan tersebut juga disebutkan bahwa Pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas Pendidikan Dayah menyatakan sependapat dengan hasil pemeriksaan BPK dan berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi sesuai peraturan perundang-undangan.

Previous Post

Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Siap Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Global dan Era Digital

Next Post

Sumur Minyak Ilegal Aceh Timur Terbakar, Ratusan Titik Pengeboran Tradisional Disorot

Berita Lainnya

BSI Perkuat Akses Pembiayaan dan Sertifikasi Halal UMKM Aceh, Siapkan 275 Kuota

BSI Perkuat Akses Pembiayaan dan Sertifikasi Halal UMKM Aceh, Siapkan 275 Kuota

12 Oktober 2026

BANDA ACEH – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh memperkuat dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan...

Haris Fadhillah Daftar Ketua PWI Aceh, Bidik Kesejahteraan Wartawan

Haris Fadhillah Daftar Ketua PWI Aceh, Bidik Kesejahteraan Wartawan

10 Oktober 2026

BANDA ACEH – Penguatan profesionalisme dan kesejahteraan wartawan menjadi agenda utama T. Haris Fadhillah dalam pencalonannya sebagai Ketua Persatuan Wartawan...

17 Sarana Obat di Aceh Belum Penuhi Ketentuan, BBPOM Perkuat Pengawasan

17 Sarana Obat di Aceh Belum Penuhi Ketentuan, BBPOM Perkuat Pengawasan

10 Oktober 2026

BANDA ACEH – Sebanyak 17 dari 146 sarana distribusi dan pelayanan kefarmasian yang diperiksa Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan...

Load More
Next Post
Sumur Minyak Ilegal Aceh Timur Terbakar, Ratusan Titik Pengeboran Tradisional Disorot

Sumur Minyak Ilegal Aceh Timur Terbakar, Ratusan Titik Pengeboran Tradisional Disorot

Discussion about this post

BERITA TERKINI

BSI Perkuat Akses Pembiayaan dan Sertifikasi Halal UMKM Aceh, Siapkan 275 Kuota

BSI Perkuat Akses Pembiayaan dan Sertifikasi Halal UMKM Aceh, Siapkan 275 Kuota

12 Oktober 2026
BSI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Aceh melalui SYAFIF Goes to Aceh 2026

BSI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Aceh melalui SYAFIF Goes to Aceh 2026

11 Oktober 2026
Haris Fadhillah Daftar Ketua PWI Aceh, Bidik Kesejahteraan Wartawan

Haris Fadhillah Daftar Ketua PWI Aceh, Bidik Kesejahteraan Wartawan

10 Oktober 2026
17 Sarana Obat di Aceh Belum Penuhi Ketentuan, BBPOM Perkuat Pengawasan

17 Sarana Obat di Aceh Belum Penuhi Ketentuan, BBPOM Perkuat Pengawasan

10 Oktober 2026
Aduan Warga Bongkar Peredaran Kosmetik Tanpa Izin, BBPOM Aceh Turun Tangan

Aduan Warga Bongkar Peredaran Kosmetik Tanpa Izin, BBPOM Aceh Turun Tangan

8 Oktober 2026
  • Berbelit-belit Saat Diperiksa, Oknum Dosen Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Ditahan

    Berbelit-belit Saat Diperiksa, Oknum Dosen Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Ditahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Kampanyekan Anti Korupsi, Bank Aceh Raih Penghargaan KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Muhammad Iswanto Serahkan Donasi Rp 358,4 Juta Untuk Korban Gempa Turki-Suriah dari Birokrat dan Masyarakat Aceh Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inflasi Aceh Tembus 5,03 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Media Nanggroe

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Navigate Site

  • Home
  • Redaksi Media Nanggroe
  • Indeks
  • Peraturan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Aceh
    • Kutaraja
    • Lintas Barat
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
  • Nasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Opini

© 2020 mediananggroe - Media Online Aceh Terkini .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In